PALU – Celebesta.com, Mantan Kasubdit Korlantas Polri, Direktorat lalu lintas Polda Sulteng beserta seluruh jajarannya dibawah pimpinan Kombes Polisi Kingkin Winisuda, SH, SIK menyampaikan berdasarkan fungsi jalan yang banyak terjadi laka adalah dijalan arteri yaitu 100 kasus laka, berdasarkan status jalan kasus laka banyak terjadi, yaitu di jalan Propinsi 67 kasus, jalan Kabupaten/Kota 54 kasus, dan jalan Nasional 37 kasus.
Berdasarkan jenis laka terbanyak karena benturan depan dengan depan kendaraan, yaitu 71 kasus, tabrak manusia 24 kasus dan tabrak depan-belakang 19 kasus.
“Waktu kejadian laka lantas banyak terjadi antara jam 18.00-21.00 WITA 39 kasus”, jelas Dirlantas, Kombes Polisi, Kingkin Winisuda dalam Rilis Bidhumas (5/6/2020).
Sedangkan orang sebagai korban dilihat dari usianya terbanyak berusia antara 15-19 tahun yaitu 48 orang, berdasarkan pekerjaan korban terbanyak pelajar/mahasiswa 49 orang, ditinjau dari latar belakang Pendidikan korban SLTA 54 orang, SMP 33 orang dan SD 15 orang, S1 8 orang dan tidak diketahui riwayat pendidikannya 76 orang.
Sementara untuk pelaku laka lantas dilihat dari latar belakang profesi terbanyak pelajar/mahasiswa 20 orang, dilihat dari kelompok usia terbanyak usia antara 10-14 tahun sebanyak 12 orang, latar belakang Pendidikan pelaku yang terlibat laka lantas terbanyak SLTA/sederajat 19 orang.
“Pelaku dilihat dari kepemilikan SIM yaitu yang punya SIM A 1 orang, SIM B2 1 orang, SIM C 4 orang, tanpa SIM 27 orang. Sedangkan untuk jenis kendaraan yang terlibat laka terbanyak adalah jenis sepeda motor (R2/R3) ada 101 kendaraan”, lanjutnya.
Baca juga: https://www.celebesta.com/2020/06/05/masa-pandemi-covid-19-170-laka-lantas-di-sulteng-51-meninggal/
Pelaku dilihat dari prilaku karena tidak waspada akan lalu lintas dari depan 16 orang, melampaui batas kecepatan 12 orang, ceroboh saat belok 10 dan data tidak diketahui 49. Berdasarkan kondisi jalan kecelakaan terjadi banyak dengan kondisi jalan baik yaitu sebanyak 65 kasus, berdasarkan geometri jalan kecelakaan banyak terjadi di jalan lurus yaitu 51 kasus,
“Berdasarkan cuaca laka lantas banyak terjadi saat cuaca cerah yaitu 56 kasus, serta kondisi cahaya terbanyak laka terjadi kondisi cahaya terang/jelas yaitu 49 kasus. Terakhir laka lantas terjadi dilihat dari kondisi awal kendaraan karena rem tidak berfungsi 5 kasus, rusak sistim kelistrikan 1 kasus, kerusahan As gardan 2 kasus dan tidak diketahui datanya 224 kasus,” tutup orang nomor satu dilingkungan Direktorat lalu lintas Polda Sulteng ini. (mk/Red)






Komentar