Ad Banner

Nasib Buruh Perempuan dalam Klaster Ketenagakerjaan UU Omnibus Law

 | 

Oleh: Aksan (Mahasiswa Pascasarjana UGM Jurusan Magister Public Administration) Kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dimana dalam aturan tersebut, telah mengatur secara jelas apa yang menjadi hak dan perlindungan pekerja perempuan. Dalam Pasal 81, UU Nomor 13 Tahun 2003 itu mengatur masalah perlindungan dalam masa haid, dimana pekerja … lanjut baca »

Menyulap Moral Anak Dengan RMA

 | 

Oleh : Citra Racindy* “Kata Kakek: ilmu tanpa adab akan menjadi pinter keblinger” Kita hidup di tengah-tengah kemerosotan moral. Kemerosotan moral menjadi perang masa depan. Hal ini terjadi karena lunturnya cinta dengan diri sendiri. Jalaluddin Rumi mengatakan bahwa Cinta adalah lukisan orang yang getis menjadi manis, sebab dasar semua cinta adalah kebajikan moral. Lunturnya budaya … lanjut baca »

Adat dan Etika Lingkungan

 | 

Oleh: Arman Seli* PALU – Adat dalam kehidupan bermasyarakat seringkali dikaitkan dengan aktvitas sosial seperti   norma, dan tradisi yang melekat pada masyarakat atau bisa dipahami sebagai perilaku sosial  antara sesama manusia dan lingkungan bahkan Sang Pencipta.  Mengutip wikipedia bahwa  Adat juga berupa gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai budaya, norma, kebiasaan, kelembagaan dan hukum adat … lanjut baca »

Sisi ‘Baper’ Seorang Sarjana

 | 

  Oleh : Citra Racindy* “Percuma sarjana, tapi tingkahmu seperti anak kelas  5 SD. Itu yang namanya berpendidikan?” DELI SERDANG – Manusia adalah tempatnya salah, pernyataan di atas, sering sekali kita dengar. Baik di lingkungan internal maupun eksternal. Pada saat seorang sarjana/berpendidikan tinggi melakukan kesalahan. Karena pada dasarnya, seseorang ketika selesai meraih gelar sarjana pasti … lanjut baca »

Omnibus Law Cipta kerja: Produk Hukum Neoliberalisme

 | 

Oleh: Richard Labiro (Dosen FISIP Untad) Dalam latar belakang Naskah Akademik Omnibu Law Cipta Kerja itu, Pemerintah Indonesia berambisi akan membawa negara ini menjadi salah satu negara terkuat dalam ekonomi global. Ambisi tersebut, diwujudkan melalui Omnibus Law. Lantas pertanyaanya, mengapa harus melalui omnibus untuk mewujudkanya? Bukankah, kemajuan ekonomi adalah modal. Lantas, apa dampak dari omnibus … lanjut baca »

Menyikapi Omnibus Law Tanpa Menghakimi PPKN

 | 

Oleh: Citra Racindy* Menyikapi isu-isu yang sedang hangat, di mana kalangan pelajar juga ikut menyuarakan Penolakan Omnibus Law. Bahkan ada beberapa statement mengatakan bahwasannya merasa telah dibodohi dengan belajar PPKN, karena pada kenyataan implementasi pelajaran diterima tidak sesuai dengan realita yang ada. Apresiasi saya terhadap beberapa orang yang peduli dengan nasib masyarakat yang dipertaruhkan. Namun, … lanjut baca »

Akademisi: Omnibus Law Jamin Perampasan Tanah dan Eksploitasi

 | 

Oleh: Richard Labiro* PALU – Sikap saya terhadap Omnibus Law, menolaknya sebagai bentuk protes terhadap isi, logika dan proses pembuatanya. Produk hukum itu, tidak partisipatif, bahkan naskah Omnibus serta naskah akademiknya muncul belakangan dan proses pengesahanya dikebut oleh Pemerintah. Seakan-akan ada yang gawat di Indonesia. Padahal, fokus utama kita saat ini adalah penanganan covid 19. … lanjut baca »

Aksi Massa: Antara Ikut-Ikutan dan Memahami

 | 

Oleh: Citra Racindy (Ketua Kohati Cabang Perisiapan Deli Serdang) DELI SERDANG – Tidak bisa kita mengandalkan sepenuhnya terhadap seluruh media dan sistem informasi dalam mengambil sebuah kebenaran. Karena segala sesuatu pada kenyataannya di filter oleh beberapa kepentingan. Baik pada ambisi, subjektifisme politik dan lainnya. Dari media banyak orang-orang yang terprovokasi. Sudah banyak kita membunuh anak … lanjut baca »

Ikhtiar KOHATI (Korps HMI-Wati) di Usia 54 Tahun

 | 

Oleh: Citra Racindy* “Tabahlah seperti perempuan, saban hari memandikan anak tetapi tak pernah menuntut adanya mesin cuci anak” (Sudjiwo Tedjo). Ada beberapa statement mengatakan bahwa seorang perempuan adalah rahim peradaban. Dimana, dengan rahim seorang perempuanlah mampu menciptakan generasi-generasi selanjutnya. Namun, benar adanya perlu bekerjasama dengan laki-laki. Dengan rahim tersebutlah perempuan ditegaskan menjadi seorang ibu. Sebuah … lanjut baca »

Orang Pu’u Ntana Berasal dari Bolonggima

 | 

Oleh : Arman Seli* DONGGALA – Pu’u Ntana atau Puntana adalah sebuah dusun di Desa Powelua, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Orang Pu’untana adalah  Suku Kaili Sub-etnis Unde.  Kini pemukiman kecil itu dihuni sekitar delapan kepala keluarga dengan rumah-rumah panggung berukuran kecil dan saling berdekatan. Dindingnya terbuat dari ukiran bambu (sompe), kemudian atap menggunakan daun … lanjut baca »