oleh

OTK Rusak Fasilitas Kampus, Dekan Fisip Untad Lapor Polisi

Celebesta.com — PALU, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Muhammad Khairil didampingiKetua Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) Fisip dan Ketua Himasos serta Ketua Komunal membuat laporan di Polsek Palu Timur terkait pengerusakan Sekretariat Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) yang di lakukan Orang Tak Dikenal (OTK).

Kronologi kejadian menurut ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi Muhammad Ikbal, pada hari selasa sore terjadi perkelahian antara Mahasiswa Fakultas FKIP dan Mahasiswa Fisip kemudian saling kejar-kejaran di pelataran Fisip.

“Setelah itu Kami di arahkan dari pihak security Kampus untuk bubar dan kembali kerumah masing-masing,” kata Ikbal.

Ikbal menambahkan jam 8 pagi ia mendapat informasi dari teman-teman mahasiswa bahwa sekretariat Himasos dan komunal di rusak.

“Kami beranggapan bahwa kejadian itu terjadi di malam hari, karena tidak ada yang lihat proses kejadianya itu,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Dekan Fisip membuat laporan sesuai nomor teregistrasi dengan STTLP/71/X/2021/RES PALU/SPKT III/SEKTOR PAL-TIM.

Pada kesempatan itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Prof. Dr. Muhammad Khairil menjelaskan, kejadian yang terjadi di Fisip baru ia ketahui tanggal 19 malam atas laporan dari mahasiswa.

“Saya tidak mau kejadian ini berlarut kemudian isunya menggelinding kemana-mana sehingga harus ada langka hukum, maka kejadian kemarin itu pada tanggal 19 hari ini kami laporkan dan langsung ketemu pak Kapolsek, laporan kami serahkan dan Alhamdulillah beliau langsung memanggil seluruh tim dan membentuk tim untuk proses ini di tindak lanjuti,” jelas Dekan Fisip saat di temui media Celebesta.com, Kamis (21/10).

Lanjut, Muhammad Khairil mengatakan, sebagi bukti hukum ia melampirkan rekaman CCTV dan juga Video pengerusakan

“Tetapi sesuai dengan aturan yang kami ketahui bahwa ini bukti penyidikan kami tidak bisa menyebar Vidio itu sampai dengan adanya butki yang lebih kuat sehingga kami menempuh jalur hukum seperti ini,” ungkap Khairil.

Khairil menegaskan bahwa, ia tidak mentoreril semua kejadian yang main hakim sendiri siapa pun pelakunya.

“Saya tidak berani berspekulasi terkait ini, yang pasti bahwa siapa pun pelakunya, kami tidak mau menuduh siapa-siapa tetapi bahwa prilaku kekeran di dalam kampus termaksud apa yang di lakukan pada hari itu atau tanggal 19 adalah sebuah kejahatan, dan itu yang kami laporkan,” tegasnya

Kemudian, Ia menyebut bukti Vidio CCTV itu nanti yang akan dikembangkan oleh penyidik dan hasil dari penyidikan itu yang akan membuktikan siapa pelaku sesungguhnya.

“Kami juga tidak berani menuduh bahwa ini dari kelompok ini karena kami belum punya bukti hukum, takutnya kita asal menuduh apalagi memfitnah orang itu malah berefek kemana-mana,” sebutnya

Khairil menyampaikan kepada aparat hukum agar kejadian ini betul-betul di proses, dan ia berharap agar mahasiswa tidak mudah terpancing dan menuduh karena ini sudah di tangani oleh apart hukum.

“Semoga tidak ada lagi imbas dari hal ini karena itu yang kaling kami khawatirkan, jangan sampai kemudian ada tuduh menuduh antar lembaga ini yang terlibat dan segala macam akhrinya menyulut emosi baru Dan malah masalahnya semakin besar, kemudian semoga tidak ada yang memancing di air keruh,” harapnya. (JUM/Und)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan