oleh

Pemprov Sulbar Gelar Dzikir Bersama Sambut 1448 H, Gubernur Suhardi Duka: Ini Ikhtiar Memohon Keberkahan dan Rezeki

Celebesta.com – MAMUJU, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar dzikir dan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Kamis, 18 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, serta tokoh agama. Momentum ini menjadi ajang refleksi dan muhasabah atas perjalanan kehidupan selama tahun 1447 Hijriah sekaligus memanjatkan harapan untuk tahun baru yang lebih baik.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri nikmat umur panjang yang diberikan Allah SWT sehingga masih dapat bertemu dengan tahun baru Hijriah.

“Dalam perjalanan hidup ini, waktu tidak terasa. Yang paling jauh itu adalah waktu yang sudah berlalu, karena tidak akan kembali dan kita tidak akan bertemu lagi dengan hari ini,” ujar Suhardi Duka.

Ia mengatakan, perjalanan selama 1447 Hijriah telah dilalui dengan berbagai peristiwa, baik berupa amal kebaikan maupun kesalahan yang tidak luput dari sifat manusia yang penuh kekhilafan.

“Perjalanan 1447 Hijriah yang kita lewati dengan selamat, dengan segala amalan dan juga mungkin dosa. Ada jasa yang kita lakukan, ada pula yang mungkin tersakiti. Itulah kita sebagai manusia, tidak luput dari hilaf dan salah,” katanya.

Meski demikian, Suhardi Duka mengingatkan bahwa Allah SWT memiliki ampunan yang sangat luas bagi hamba-Nya yang mau bertaubat dan memperbaiki diri.

“Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan ampunan yang luasnya tidak terjangkau. Karena itu, malam ini kita pertama bersyukur karena diberikan umur yang panjang, kemudian kita berdoa dan berdzikir agar bisa menapaki tahun baru 1448 Hijriah dengan lebih baik,” ungkap Suhardi Duka.

Ia berharap tahun 1448 Hijriah membawa keberkahan, kemudahan, dan kondisi yang lebih baik bagi masyarakat Sulbar.

“Semoga di 1448 Hijriah ini semua berjalan baik. Insyaallah 1448 Hijriah akan lebih longgar, akan lebih baik. Amin. Dan itu tidak bisa kita dapatkan tanpa dzikir dan doa,” tuturnya.

Menurut Suhardi Duka, dzikir dan doa merupakan ikhtiar spiritual yang penting dalam memohon keberkahan, kemudahan rezeki, serta perlindungan kepada Allah SWT.

“Oleh karena itu, kita harus meminta kepada Sang Pemilik, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kalau rezeki itu jauh, dekatkan. Kalau tersembunyi, munculkan. Kalau di belakang, hadirkan di depan kita. Itulah doa-doa yang kita panjatkan,” tutup Suhardi Duka.

Kegiatan dzikir dan doa bersama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. (*)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan