oleh

AMAN Nusa Bunga, Apresiasi Perjuangan Masyarakat Adat (1)

NAGEKEO – Celebesta.com, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Nusa Bunga, Philipus Kami melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo (FPPWL) di Komunitas Adat Rendu dalam rangka melakukan konsolidasi internal untuk penguatan kapasitas ketiga Komunitas Adat Rendu, Ndora dan Komunitas Adat Lambo yang gigih berjuang mempertahankan wilayah adatnya untuk tidak diukur oleh tim pengukuran tanah Pemda Nagekeo dan BWS Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunjungan kerjanya pada Minggu, (08/11/2020) itu, Philipus Kami berdialog langsung dengan Masyarakat Adat ketiga komunitas yang terkena dampak pembangunan waduk Lambo.

Philipus Kami mengatakan, AMAN secara organisasi tetap mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perjuangan Masyarakat Adat Rendu, Ndora dan Lambo yang secara konsisten memperjuangan hak-hak adatnya sebagai pemilik  tanah ulayat yang ada di wilayah tersebut.

“Sebagai organisasi masyarakat adat, AMAN tetap mendukung perjuangan Masyarakat Adat dalam mempertahankan hak-haknya sebagai pemilik wilayah adat dan kita berikan apresiasi atas perjuangan mereka,” kata Philipus Kami melalui Siaran Pers yang diterima redaksi Celebesta.com, Rabu (11/11/2020).

Dijelaskan Philipus, konsolidasi internal ini juga dilakukan untuk memberikan spirit kepada Masyarakat Adat yang selama ini berjuang untuk mempertahankan hak-hak azasinya sesuai dengan amanat Konstitusi UUD 45 dan juga berbagai peraturan perundang-undangan terkait hak-hak Masyarakat Adat yang harus dihormati, dilindungi dan dijaga oleh Negara.

Karena entitas budaya termasuk tanah adalah warisan atau hak-hak dasar yang masuk dalam hak azasi manusia.

“Negara wajib hukumnya menghormati, melindungi dan menjaga hak-hak Masyarakat Adat yang berkaitan langsung dengan urusan-urusan tanah dan seremonial adat lainnya,” jelas Philipus. (Arm)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan