oleh

PHI Sulteng Bedah Visi Misi Calon Walikota Palu 2020

PALU – Celebesta.com, Partai Hijau Indonesia Sulawesi Tengah (PHI Sulteng), merupakan Partai Politik alternatif yang sengaja hadir untuk membangun gagasan politik lingkungan ditengah arena politik yang dikuasai oleh oligarki pengrusak lingkungan.

Rusaknya lingkungan, disebabkan karena sistem negara yang kapitalistik ini. Pejabat politik di negeri ini, banyak dari mereka yang juga bagian dari perusahaan pengrusak lingkungan, seperti perusahaan pertambangan, perkebunan sawit dan energi.

Oleh karenanya, sulit bagi kita mengharapkan ada strategi kebijakan dalam menata kembali lingkungan kita yang sudah rusak yang muncul dari keputusan politik oligark. Maka dari itu, hanya dengan merebut kekuasaan, niscaya keadilan ekologis bisa dicapai.

Saat ini, Kota Palu memasuki tahun politik untuk menentukan Walikota Palu lima tahun kedepan. Ada 4 calon pasangan yang maju dengan argumentasi politiknya masing-masing.

“PHI Sulteng, turut andil dalam membedah visi dan misi dari masing-masing pasangan calon tersebut. Dan mendukung kandidat yang benar-benar serius menata kembali lingkungan hidup di Kota Palu”, jelas Richard Labiro melalui rilisnya, Rabu (11/11/2020).

Di sektor lingkungan hidup, ke empat calon mengusung program strategis mulai dari manajemen kebencanaan, mengatur tata hutan kota, hingga isu persampahan. Memang, isu lingkungan belum terlalu eksplisit dijelaskan dari masing-masing calon, namun, PHI Sulteng berharap isu lingkungan menjadi perhatian serius bagi setiap kandidat.

Kami melihat, isu lingkungan di Kota Palu ini perlu mendapatkan perhatian serius. Seperti pengelolaan aktivitas pertambangan galian C dan pertambangan emas di Poboya. Bagi kami, setiap kandidat yang maju mesti memiliki perpektif lingkungan dalam mengelolah pertambangan.

“Jangan sampai, lingkungan hidup yang mesti tunduk pada aturan pertambangan. Seharusnya, setiap aktivitas pertambanganlah yang mesti tunduk pada nilai-nilai lingkungan hidup”, lanjutnya.

Selain itu, kami juga mengkritisi tindakan Pemerintah Kota yang sengaja menebang pohon di jalur hijau Kota Palu. Menurut kami, dampak dari penebangan pohon tersebut tidak hanya menambah kerusakan namun juga berdampak pada masyarakat kecil yang memanfaatkan pohon-pohon tersebut untuk berjualan.

“Kita tahu bersama, bahwa keberadaan pohon-pohon di Jl. Kartini, dimanfaatkan Ina-ina yang berjualan pisang dan kacang dan penjual somai untuk mencari rezeki. Ketika pohon tersebut dihancurkan, maka lapak mereka juga ikut hilang”, bebernya.

Kami pun mengajak setiap masyarakat Kota Palu, agar memilih kandidat yang benar-benar paham tentang isu lingkungan hidup. Masyarakat bisa melihat dari rekam jejak masing-masing kandidat. (Arm)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan