oleh

Tahun 2019: Lupa-lupa Ingat

Oleh : Miftahul Afdal*

Tahun 2019 sebentar lagi akan berakhir, telah banyak peristiwa yang terlewatkan, apakah anda lupa atau mungkin ingat bahkan pura-pura lupa?

Soal lupa-lupa ingat bukan tentang judul lagu yang dibawakan oleh Kuburan Band, tapi lebih kepada memori otak manusia pada setiap pengalaman yang dilalui pada setiap peristiwa, entah tersimpan atau terhapus.

Tahun 2019 merupakan tahun politik, tentu kita masih ingat Pemilihan Umum (Pemilu) secara serentak mulai dari Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Sejak Januari, iklan-iklan kampanye bertebaran dimana-mana, baik media sosial, telivisi, sampai dipinggir jalan.

Kampanye yang bertebaran akan selalu menemani makan siang kita maupun perjalanan kita dari tempat satu ke tempat yang lainnya.

Mungkin kita pun mulai lupa bahwa dibalik Pemilu serentak pada bulan April sampai bulan Mei 2019 ada kisah yang memilukan oleh para penyelenggara pemilihan umum. Akibat kelelahan 3.688 petugas sakit dan 554 petugas meninggal dunia. Hal ini tercatat dalam sejarah Indonesia, sebagai korban terbesar dalam penyelenggaraan Pemilu kita.

Selanjutnya, adanya pelemahan KPK dan RUU yang menggelitik kita semua jelas masih bertengger diingatan kita, seperti ayam masuk di halaman rumah mendapat denda Rp 10 juta bahkan suami perkosa isteri, yang kemudian memicu gerakan sosial diberbagai daerah di Indonesia.

Kerusuhan Papua yang terjadi pada 19 Agustus 2019 di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. Aksi unjuk rasa yang disertai kerusuhan dipicu atas peristiwa penangkapan sejumlah mahasiswa Papua oleh aparat kepolisian dan tentara di beberapa tempat di Jawa Tengah, yang mungkin mulai kita lupakan kerusuhan di Papua sudah banyak menelan korban jiwa.

Kita pun tidak lupa bahwa dalam kemelut protes 23-25 September 2019 yang disuarakan oleh mahasiswa, organisasi kepemudaan dan masyarakat. Kita mungkin telah lupa bahwa demonstrasi itupun berujung dengan korban luka-luka sejumlah 232 orang dan menelan korban meninggal dunia sejumlah 6 orang.

Rangkaian peristiwa yang masih banyak terjadi yang merupakan kenangan tragis di tahun 2019, pastinya di tahun 2020 kita semua akan mengharapkan sebuah resolusi. Di mana, hari esok akan lebih baik dari hari kemarin, namun itu sekedar harapan yang mungkin akan jauh dari kenyataan, tapi kita tidak boleh pesimis bahwa dibalik kegelapan ada setitik cayaha yang akan menuntun kita pada perubahan.

*Penulis adalah Mahasiswa Sosiologi, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan