oleh

Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Modal Rp5 Juta untuk 200 Keluarga Miskin Ekstrem

Celebesta.com – MAMUJU, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) secara simbolis menyerahkan bantuan modal usaha bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Bantuan itu diserahkan di ruang kerja Gubernur Sulbar, Senin 25 Mei 2026.

Program tersebut diperuntukkan bagi warga miskin yang masuk kategori desil satu dan dua.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulbar, Darmawati Ansar, mengatakan saat ini penerima bantuan PKH tercatat lebih dari 200 orang. Namun, yang sudah melalui asesmen baru sekitar 80 orang.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan langsung melalui Kantor Pos. Setelah tahap awal berjalan, jumlah penerima diperkirakan kembali bertambah.

“Dan setelah masuk 200 lebih ini Insya Allah secara otomatis masuk lagi 300,” ujarnya.

Darmawati mengakui proses asesmen masih terkendala keterbatasan tenaga pendamping di lapangan.

“Kalau kendala-kendalanya untuk sementara ini SDM kita untuk asesmen itu sedikit,” katanya.

Menurutnya, bantuan modal usaha diberikan agar warga yang sebelumnya tidak memiliki usaha bisa mulai mandiri secara ekonomi, seperti harapan Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Sulawesi Barat.

“Untuk memenuhi usahanya, mereka juga supaya bisa mandiri, rata-rata ini yang di desil satu dan dua, orang yang betul-betul tidak mampu, yang tidak punya usaha Insya Allah disupport ini,” ucap Darmawati.

Sementara itu, Ketua Tim Provinsi PKH Sulawesi Barat, Rudi Hartono, menjelaskan bantuan modal usaha senilai Rp 5 juta diarahkan untuk mendukung usaha kecil warga sesuai bidang yang mereka geluti.

“Dia dimanfaatkan untuk bantuan usaha UMKM dia bisa jenisnya kayak jual campuran atau menjual beras apa dan sebagainya,” kata Rudi.

Bagi penerima yang bergerak di sektor pertanian, bantuan juga bisa dipakai membeli kebutuhan produksi seperti mulsa hingga benih.

“Kalau dia bergerak di bidang pertanian, berarti dia bisa memanfaatkan bantuannya untuk modal, misalnya beli mulsa kalau dia tanam cabai atau kalau dia tanam jagung, berarti dia beli benih jagung yang berkualitas,” ujarnya.

Rudi mengatakan para penerima bantuan akan didampingi selama agar modal usaha tidak habis begitu saja. Pendamping PKH nantinya ikut mengawasi perkembangan usaha penerima bantuan di lapangan agar bantuan modal tetap berjalan dan berkembang.

“Harapannya uang 5 juta itu berputar di tangan mereka, sehingga dari modal yang diberikan oleh kementerian itu bisa mereka berkesinambungan,” katanya. (*)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan