CELEBESTA.COM – POSO, Aktivis Lingkungan dan Kebencanaan, Adriansa Manu ikut dalam bursa pemilihan Legislatif di Daerah Pemilihan Lore Bersaudara, Kabupaten Poso di Pemilu 2024 mendatang.
Adriansa Manu kepada celebesta.com, Senin (12/06/2023) mengatakan dirinya siap memperebutkan kursi Anggota DPRD Kabupaten Poso.
“Saya memilih maju dalam pencalonan Anggota DPRD Kabupaten Poso pada 2024 karena berangkat dari keprihatinan melihat pembangunan di Tampo Lore Bersaudara, khususnya di wilayah Behoa dan Napu yang masih sangat tertinggal,” ungkap Kadi sapaannya.
Menurut Kadi, Sudah 14 kali pergantian Bupati dan 12 kali pemilihan legislatif tetapi Pembangunan di Tampo Lore Bersaudara nyaris tidak mendapat perhatian. Padahal Tampo Lore merupakan salah satu daerah pengahasil pangan seperti sayur-sayuran dan beras padi di Kabupaten Poso.
Tetapi Kata dia, Tampo Lore sepertinya tidak menjadi prioritas Pembangunan.
“Tampo Lore seperti dianak tirikan, akses jalannya saja buruk mulai dari jalan poros Poso-Napu, jalan antar desa dan Kecamatan seperti Wuasa-Watumata, Watutau-Betue, Betue-Talabosa, Rompo-Katu, Rompo-Torire, Torire-Bariri, Bariri-Lempe, Lempe-Hanggira, Bariri-Baleura dan sebagainya.” terang Dia.
Buruknya infrastruktur, Sambung Kadi, berdampak terhadap para pedagang dan petani di Tampo Lore. Sehingga tidak heran di Lore Bersaudara menjadi wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi.
“Hal ini berdampak terhadap harga jual komoditas petani menjadi murah dan ongkos transportasi para pedagang menjadi mahal,” ungkap Dia.
Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa wilayah Lore Bersaudara merupakan daerah yang ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Poso (PERDA) Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Angka kemiskinan di Poso terkonsentrasi di wilayah Lore Bersaudara terdiri dari Kecamatan Lore Tengah, Lore Peore, Lore Timur dan Lore Selatan,” beber Dia.
Alumni Universitas Tadulako itu mengatakan bahwa Informasi ini menguak dalam diskusi bertema “Menakar Dampak Kebijakan Hilirisasi Industri Nikel di Sulawesi Tengah” yang diselenggarakan oleh TuK Indonesia dan Celebes Bergerak pada 11 Maret 2023.
Menurut Adriansa, pengamat Ekonomi Universitas Tadulako Palu, Ahlis Djirimu menyampaikan bahwa konsentrasi kemiskinan di Kabupaten Poso terdapat di Lore Bersaudara, Poso Pesisir Selatan dan Pamona Puselemba.
“Berangkat dari masalah ini, saya berniat untuk maju dalam Pemilihan Legislatif pada 2024 mendatang. Saya ingin mengabdi untuk memperjuangkan daerah Lore Bersaudara agar menjadi prioritas pembangunan dalam RPJMD Pemerintah Kabupaten Poso ke depan. Sudah cukup selama ini daerah kami seperti dianak tirikan.” tutup Dia.(AS)






Komentar