oleh

Bahasa Maya dalam Tradisi Panen Padi Ladang

Celebesta.com – DONGGALA, Puntana atau Pu’u ntana adalah salah satu wilayah pemukiman masyarakat Suku Kaili Sub-etnis Unde (Topounde) di Sulawesi Tengah sehingga orang-orang yang bermukim di tempat itu kerapkali disebut To Pu’u ntana atau Puntana.

Puntana secara administrasi tercatat sebagai bagian dari salah satu dusun yang terletak di Desa Powelua, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala.

Selanjutnya Puntana sendiri dihuni sekitar 13 Kepala Keluarga (KK) dan kurang lebih 40 Jiwa dengan kondisi masyarakat yang homogen dan kebiasaan bercocok tanam dengan ladang berpindah.

Dari sekian banyak potensi sumberdaya alam yang ada, kali ini kita membahas seputar padi ladang atau dalam bahasa setempat disebut Punde. Saat menanam padi ladang, Orang Puntana bergotong rotong (Nosimpengava) ada juga yang menyebut (nosiala pale).

Padi ladang sendiri memiliki berbagai keunikkan, bukan hanya soal rasa akan tetapi ada yang menarik yaitu bahasa panen padi ladang. Orang Puntana menyebut panen dalam bahasa lokal Nokato. Adapun bahasa yang digunakan adalah bahasa Maya atau disebut (Mpopali) dan (Mpokato) tetapi pada dasarnya sama yaitu bahasa yang digunakan di saat memanen padi ladang.

Noha salah seorang masyarakat Puntana mengatakan bahwa saat menaman padi ladang mereka tidak menggunakan pupuk kimia.

“Pada saat menanam diawali oleh totua adat secara simbolis dan selanjutnya diikuti oleh para peladang lainnya. Totua adat yang menanam disebut topantilovu, nantilovu dengan mantra tertentu,” kata Noha saat ditemui Celebesta.com di Dusun Puntana, Desa Powelua, Banawa Tengah, Sabtu (24/4/2021).

“Dalam berbagai aktivitas, mimpi menjadi penanda baik buruknya tempat yang dijadikan berladang dengan harapan selalu diberikan kesehatan (ko’o vuku) oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Noha mengatakan saat panen padil ladang (Nokato) juga memiliki bahasa tersendiri, seperti Mokato, Nompundu (panen padi ladang), Do’i (bakul), Punde (padi ladang), Obo (rumah atau gubuk), Bisa (air), Dantoko (lesung), Ntomaleungu (alu), Modompu  (memasak), Manji’o (makan), Ronto (sarung), Nomongo (bersirih), Pose (jagung), Daula (lantai), Naku’u pompeno (mengantuk), Mompiirimo (tidur), Kayavu (kapur), Mongo (pinang), Tosado (tembakau), dan Todoli (kelapa).

Menurutnya masih banyak kosa kata dalam bahasa panen padi ladang (Mpokato) termasuk penggunaan kalimat saat berkomunikasi.

Peteda riobo (masuk kerumah) biasa digunakan untuk mengajak seseorang masuk ke dalam rumah. Bahkan menyapa seseorang atau sekelompok orang dan mengajaknya untuk singgah di rumah. Kemudian kamai manji’o (mari makan) seringkali digunakan untuk mengajak orang atau sekelompok orang untuk makan bersama.

Reporter: Arman Seli

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed