oleh

TNLL: Tambing ditutup, Tambang dibuka

Celebesta.com – POSO, Tentu sudah menjadi rahasia umum jika pertambangan tanpa izin (PETI) beroperasi di Ngata Katuvua Dong-Dongi, Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Celebesta.com beberapa waktu yang lalu, dari seorang lelaki dewasa (warga Dongi-Dongi), sebut saja Iwan. Menurut dia yang menjadi penambang di Dongi-Dongi bukanlah penduduk lokal, melainkan penambang dari Sulawesi Utara dan sejumlah wilayah lainnya.

Kemudian Iwan menjelaskan, sesungguhnya penduduk lokal itu hanya mengumpul serpihan atau semacam sisa material yang di buang oleh penambang dari lubang.

Lebih lanjut, ia mengatakan ada keterlibatan aparat (Brimob) yang melindungi penambang dari luar Dongi-Dongi, kemudian ada para pemodal yang bekerjasama dengan pihak Kepolisian.

Banyak yang Iwan jelaskan termasuk beberapa kali penangkapan orang Dongi-Dongi, menurutnya hal itu salah sasaran  karena penambang sesungguhnya bukan mereka.

“Orang-orang yang ditangkap itu hanyalah pengepul sisa material yang di buang oleh penambang,” ungkap Iwan dalam bahasa setempat.

Iwan menuturkan, kalo kita intinya di buka iya, kita juga tidak mau jadi penonton, kalo di tutup iya, tutup saja tidak ada masalah. Daripada kalo dibuka orang lain yang kelola, itupun kami (orang dongi-dongi) hanya pengumpul sisa material yang di buang dari dalam lubang.

“Jadi penambang sebenarnya itu bukan kami tetapi orang datang dari luar dongi-dongi, ada dari Sulawesi Utara, ada juga dari Tasikmalaya,” tuturnya.

Kemudian Iwan juga menjelaskan keterlibatan aparat kepolisian, menurutnya setiap lubang itu di jaga oleh aparat dan para penambang bekerja di malam hari.

“Jelas ada keterlibatan aparat (Brimob) di tambang karena mereka yang jaga, yang harus di ketahui adalah bahwa yang di tangkap itu hanyalah orang dongi-dongi yang mengumpulkan sisa material,” jelasnya.

Itupun selalu di tangkap di jalan ketika mambawa sisa material yang sudah di aya-aya (di saring) untuk di jual. “Jadi kalo mau di perjelas sebenarnya bukan penambang yang di tangkap tetapi pengumpul sisa material yang di buang oleh penambang,” bebernya.

Sementara itu, Polda Sulteng melalui Kasubdit Penmas, Kompol Sugeng Lestari sebagaimana dilansir Portalsulawesi.id (4/11/2020) menjelaskan, anggota Kepolisian  yang ditugaskan untuk menjaga keamanan di TNLL ada satu regu dengan jumlah  personil enam anggota.

Walaupun demikian, kata Sugeng, ia belum mengetahui data lapangan terkait jumlah personil yang ditugaskan di TNLL.

“Untuk ketua tim regunya, kami selaku Humas Polda belum mendapatkan tembusan sprin cuman kami mendengar jumlahnya  enam orang dan tugasnya hanya dua bulan saja kalau sudah selesai ganti lagi. Setiap pergantian tidak ada informasi ke pihak Humas Polda berapa orang dan siapa yang memimpin kita tidak tau, terus terang kami tidak pernah mendapat tembusan,” ungkap Sugeng.

Sugeng juga menambahkan, tujuan dibentuknya Pos Polisi di tambang dongi-dongi agar ditempati personil untuk melakukan pengawasan di sekitar itu.

“Intinya kalau mereka melaksanakan tugas tentunya harus sesuai perintah menyangkut keamanan dan ketertiban yang menjadi tanggungjawab bersama dengan TNLL. Terlepas dari Oknum yang menjalankan tugas dari oknum yang menjalankan tugas tadi apabila melakukan penyimpangan, tentunya kami akan melakukan pendalaman apabila ditemukan kami akan melakukan tindakan hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Ir Jusman Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) dalam kutipan wawancaranya dengan sejumlah wartawan belum lama ini terkait adanya Brimob di kawasan tambang illegal.

Menurut Jusman, pihaknya belum pernah berkoordinasi terkait penempatan aparat pasca pelaksanaan Pilkada 2020 silam.

“Belum ada komunikasi dengan Kapolda Sulteng yang sekarang (Rahman Baso), iya terakhir komunikasi dengan Kapolda Sebelumnya (Syafril Nursal),” beber Jusman.

Sebelumnya Kepala BBTNLL, menutup danau Tambing mulai 30 November 2020 dengan berbagai pertimbangan, sehingga diputuskan untuk penutupan pelayanan pengunjung di Danau Tambing untuk sementara sampai waktu yang belum ditentukan dan akan di evaluasi kembali.

“Penutupan pelayanan pengunjung ke Kawasan TNLL akan ditutup sementara mulai, Senin 30 November 2020,” kata Jusman saat ditemui Celebesta.com, Senin (30/11/2020).

Penulis: Tim

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan