Celebasta.com – MAMUJU, Pasca musibah gempa M6,2 melanda Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, kini harga elpiji naik mencapai Rp 25.000 sampai Rp 30.000.
Warga mengelukan naiknya harga elpiji di Kecamatan Tapalang dan Tapalang Barat, dengan kenaikan harga tabung gas elpiji sehingga masyarakat memilih untuk mengunakan kayu bakar untuk memasak.
“Kami membeli tabung gas untuk memasak kami bantu dengan kayu bakar agar tabung gas kami tidak cepat habis. Apalagi di musim penghujan ini kesulitan kami mengunakan kayu bakar, kayu masih basah di guyur huja,” tutur Risman, Rabu (3/2/2021).
Dengan kenaikan harga tabung gas elpiji, kami dari masyarakat kecil sangat merasakanya. Apalagi di tengah bencana gempa ini, pekerjaan kami hilang dan tidak ada lagi hasil yang kami harapkan.
Lanjut Risman, hasil kebun kami tidak ada, bantuan sembako dari relawan dan pemerintah itu sudah cukup untuk kebutuhan beberapa hari kedepan, tapi yang menbuat kami bingung dari mana kami mau dapatkan pembeli tabung gas elpiji.
Menurutnya itu sangat mahal untuk ukuran masyarakat kecil yang berpenhasilan rendah, ada juga yang tidak mempersoalkan naiknya harga tabung, karena menurutnya yang penting tidak langka.
“Tapi itu sangat menyusahkan masyarakat yang berpenhasilan renda,” ujar Risman.
Risman berharap yang bertempat di Dusun Takandeang, Kecamatan Tapalang, sekiranya tabung gas elpiji ini tidak terlalu mahal. Sehingga msayarakat kecil bisa menjangkaunya, dan berharap ada pengawasan ketat oleh pihak yang berwenang dalam penjualan tabung gas elpiji.
“Agar agen elpiji tidak seenaknya menaikkan harga, kita semua korban gempa jangan memanfaatkan bencana ini menjadi kepentingan pribadi, kasian masyarakat kecil,” ungkapnya.
Reporter: Ardi Basir






Komentar