Celebesta.com – MAMUJU, Sudah 20 hari berlalu gempa yang menlanda Mamuju dan Majene Provinsi Sulawesi Barat. Masyarakat Desa Bela, Kecamatan Tapalang mengungsi menggunakan tenda bekas jemuran padi.
Desa Bela salah satu desa yang terisolir di Kabupaten Mamuju, jarak antara desa bela dan Kecamatan Tapalang kurang lebih 20 km. Gempa yang berkekuatan magnitudo 6,2 membuat masyarakat Desa Bela memilih untuk mengungsi di tempat yang aman dari tanah longsor. Sementara jalan penghubung Desa Bela ke pusat Kecamatan Tapalang terputus dan tertimbun material longsor.
Menurut Supriadi, Sekretaris Desa Bela sudah 20 hari masyarakat Desa Bela mengungsi dengan mengunakan tenda bekas jemuran padi. Kami mengunakan tenda seadanya karena cuman itu yang tersedia di desa kami, walapun kami tau tenda bekas jemuran padi itu bisa membuat kami gatal-gatal dan susah tidur.
“Setidaknya sudah aman dari terik matari dan hujan, tenda bekas jemuran padi ini juga sangat kurang sehingga dalam satu tenda dihuni 3 KK bahkan sampai 7 KK,” ujar Supriadi, Sekretaris Desa Bela, Rabu (3/2/2021).
Masyarakat memilih untuk mengungsi, mengingat sejarah pemukiman Desa Bela yang terletak Dusun Bela, Salukero, dan Dusun Sandauhai, itu merupakan bekas tanah longsor yang ditempati masyarakat. Sehingga kami memilih untuk menjauh dari pemukiman dan mencari tempat yang aman dari tanah longsor.
“Untuk Dusun Panappo dan Timbu mengungsi, karena tanah retak di depan rumah dan di kolom rumah. Retakan sepanjang 300 meter dan bisa mengakibatkan pemukiman akan longsor,” tutur Supriadi, Sekdes Bela.
Ada dua titik pengungsian di Desa Bela, pertama Dusun Panappo 27 KK terdiri atas 127 jiwa, dan Salukero 20 KK terdiri atas 96 jiwa. Kedua, titik pengungsian ada tiga dusun yaitu Dusun Bela 28 KK terdapat 123 jiwa, Dusun Salukero 24 KK terdapat 107 jiwa, dan Dusun Sandauhai 19 KK terdapat 100 jiwa.
“Kami pikirkan sekarang kesehatan masyarakat di tempat pengungsian karena tenda yang di gunakan bekas jemuran padi yang sudah bocor dan muda sobek,” ungkapnya.
Sementara itu bantuan tenda yang kami terima dari relawan baru 25 tenda, belum mencukupi kebutuhan masyarakat kami di Desa Bela.
“Kami berharap dari relawan maupun pemerintah itu bisa membantu masyarakat kami di Desa Bela,” harap Sekdes Bela itu.
Reporter: Ardi Basir






Komentar