oleh

Hari Jum’at, Hari Anggrek di Pasar Inpres Manonda Palu

PALU – Celebesta.com, Terik matahari dari ufuk timur menyinari para penjual anggrek di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Jum’at (23/10/2020).

Terlihat saling tawar menawar antara pembeli dan penjual, dengan harga yang terbilang murah ada yang lima ribu, sepuluh ribu tergantung jenis anggrek.

Berdasarkan pantauan Celebesta.com bahwa penjual anggrek hutan ada yang berasal dari Salena, Lekatu, serta Wana, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

Kemudian dari Duriamporanggu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, dan ada pula yang berasal dari Marawola Barat, Kabupaten Sigi.

Terdengar dari percakapan bahwa penjual anggrek hutan tersebut adalah Suku Kaili penutur Bahasa Da’a dan Unde

Satu hari sebelumnya para penjual anggrek ini sudah tiba di pasar tradisional itu bahkan ada yang menginap di sudut-sudut pasar menunggu esok hari untuk berjualan.

Salah seorang penjual anggrek hutan sedang mengendarai sepeda motor menuju Pasar Inpres Manonda Palu (Foto: Arman Seli).

Anggrek hutan yang dipasarkan juga memiliki nama-nama lokal, seperti luku, molu dan lainnya.

Selain anggrek adapula pakis (Mpuni) dalam ukuran kecil. Pakis berfungsi untuk tempat anggrek tumbuh digunakan seperti pot bunga.

Hari Jum’at, menjadi hari anggrek hutan di Kota Palu. Hal itu sudah sejak lama terlihat di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu.

Reporter: Arman Seli

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed