oleh

Orang Pu’u Ntana Berasal dari Bolonggima

Oleh : Arman Seli*

DONGGALA – Pu’u Ntana atau Puntana adalah sebuah dusun di Desa Powelua, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Orang Pu’untana adalah  Suku Kaili Sub-etnis Unde.  Kini pemukiman kecil itu dihuni sekitar delapan kepala keluarga dengan rumah-rumah panggung berukuran kecil dan saling berdekatan. Dindingnya terbuat dari ukiran bambu (sompe), kemudian atap menggunakan daun sagu ada pula seng bekas. Kebiasaan berpindah-pindah masih menjadi bagian hidup masyarakat Pu’u Ntana.

Orang-orang Pu’u Ntana hidup dengan damai dan penuh kekeluargaan. Ramah itulah karakter orang Pu’u Ntana. Jangankan dewasa, anak-anak pun berkunjung ke tempat itu akan dilayani dengan baik. Dalam bahasa unde, Mepopo seorang warga Pu’u Ntana mengatakan” Ane Mabote Se’i, Mau Ngana Unde Mamate.” (walaupun hanya anak-anak yang datang kesini, tidak akan mati) makna dari pernyataan itu bahwa siapapun yang datang ke Pu’u Ntana akan merasa aman dan nyaman tanpa gangguan.

Orang-orang Pu’u Ntana secara garis besar, bentuk tubuh dan warna kulit tidak ada perbedaan menonjol dengan kelompok masyarakat lainnya yang bermukim di Kaki Gunung Kamalisi (Gawalise). Hanya saja sejumlah kelompok masyarakat ini memiliki beberapa bahasa pengantar dalam percakapan setiap hari, Seperti; bahasa Da’a, Inde, dan bahasa Tado. Sementara di Pu’untana adalah penutur bahasa Unde. Walaupun demikian beberapa jenis bahasa tersebut banyak kesamaan kosa-kata.

Berdasarkan pengakuan Mebune bahwa orang tua mereka berasal dari Peropu dan Bolonggima. Peropu adalah wilayah adat yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Sigi. Orang-orang peropu lainnya kini bermukim di Dusun Batambaya, Desa Kalora, Kabupaten Sigi.

Sementara orang-orang Bolonggima kini mendiami lingkungan Salena, Kelurahan Buluri, Kecamatan Palu Barat sekarang Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.  Dua Kelompok besar ini memiliki kedekatan keluarga, antara Bolonggima dan Peropu. Kebiasaan berladang secara tradisonal membuat kelompok masyarakat ini, seringkali berpindah-pindah.

Masih mengutip pernyataan Mebune bahwa Pu’u Ntana jadi pemukiman sudah ada sejak ratusan tahun lalu. “Nasaemo Totua Neto’o Se’i, Maghiamo satu Mpundena” (Sudah lama orang tua mendiami tempat ini, sekitar seratus tahun yang lalu). Hal ini juga dibuktikan oleh sebuah makam keramat (Dayo Madika Langa) yang diakui sebagai raja di tempat itu.

Artinya persebaran orang-orang Bolonggima ke Pu’u Ntana sudah terjadi ratusan tahun yang lalu dan secara kewilayahan adat, Pu’u Ntana adalah bagian dari wilayah adat Nggolo. Nggolo juga merupakan penyebutan lain orang-orang Bolonggima dan Pu’u Ntana bahkan masyarakat yang bermukim di Dusun Sintulu, Desa Lumbumamara, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala juga mengatakan bahwa mereka berasal Bolonggima.

*Penulis adalah Pegiat Masyarakat Adat.

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed