oleh

Indonesia Terserah

Moh. Refoldi

(Mahasiswa Fisip, Universitas Tadulako)

Saat ini dunia sedang terganggu kesehatannya karena wabah Covid-19 yang tentunya ini bukan menjadi rahasia publik lagi mengenai keganasan Virus ini.

Indonesia salah satu negara dari 216 negara ada di dunia, yang terpapar Covid-19. Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (lihat: covid19.go.id) pada tanggal 22 Mei 2020 di indonesia yaitu, 20.796 kasus terkonfirmasi positif, sebanyak 14.413 dalam perawatan, 1.326 meningal, dan 5.057 dinyatakan sembuh.

Kemudian kita kembali disituasi saat ini sangat besar kemungkinan korban akan bertambah. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pembatasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Akan tetapi kebijakan yang sudah di desain dengan begitu indahnya oleh pemerintah justru tumpang tindih antara kebijakan dan penerapannya.

Kemudian physical Distancing yang kini dilakukan juga menjadi masalah sosial dan menuai berbagai kritik terjadi rumah ibadah yang dianggap suci ditutup karena alasan memutus Penyebaran Covid-19. Di balik itu juga pusat perbelanjaan ramai tanpa ada pembatasan sosial.

Kondisi seperti inilah penting disikapi dengan bijak, perlu kerjasama dan kesadaran semua pihak. Menanggapi Hastage Indonesia terserah maka konotasi itu disikapi saja dengan hal positif.

Misalnya Kita Indonesia dan Terserah yang dimaksud adalah masyarakat yang sudah memahami dan tidak kaku. Terserah bukan berarti abai terhadap bahaya pandemi melainkan terserah karena semua orang memiliki kesadaran mencegah, terserah berbuat apa saja di tengah Corona Virus dengan tetap memerhatikan Protokoler Penanganan Korona.***

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan