oleh

27 Tahun FPPI, Pimkot Pasangkayu Refleksi Akhir Tahun

Celebesta.com– PASANGKAYU, Momentum perayaan ulang tahun ke-27 Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) di Kabupaten Pasangkayu menjadi ajang kritik keras terhadap kebijakan Pemerintah Daerah.

Pimpinan Kota (Pimkot) FPPI Pasangkayu menilai potret anggaran daerah saat ini belum berpihak pada kebutuhan mendasar rakyat.

Dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk Mendorong Pembangunan Daerah yang Merata dan Membangun Sumber Daya Manusia yang Progresif di Shye’s Corner Cafe, Pasangkayu, Jumat (26/12).

Pimkot FPPI Pasangkayu, Ardiansyah, mengungkapkan kekecewaannya atas penetapan APBD 2026 oleh Pemda dan DPRD Pasangkayu. Ia menyoroti angka fantastis sebesar Rp 532,8 Miliar yang habis hanya untuk dua item: belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.

“Alokasi tersebut sangat mencederai rasa kemanusiaan. Di saat rakyat kesulitan mengakses kebutuhan hidup yang layak, pemerintah justru lebih memprioritaskan belanja birokrasi ketimbang pelayanan publik,” tegas Ardiansyah melalui keterangan tertulis diterima Celebesta.com, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, komposisi anggaran ini bertolak belakang dengan semangat efisiensi nasional. Harusnya, perencanaan anggaran difokuskan untuk kemakmuran rakyat di tingkat tapak, bukan sekadar membiayai operasional kekuasaan.

Pertemuan yang dihadiri tokoh pemuda dari berbagai kecamatan, mulai dari Sarudu hingga Sarjo ini juga menjadi wadah konsolidasi masalah di tingkat desa. FPPI mencatat masih banyak persoalan krusial yang gagal diselesaikan pemerintah daerah, antara lain: Sengketa lahan yang berlarut-larut. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak menyejahterakan warga lokal. Angka pengangguran yang tetap tinggi di tengah potensi daerah yang melimpah.

Ardiansyah menegaskan bahwa di usia ke-27 ini, FPPI dengan label “Rakyat Kuasa” akan tetap konsisten pada jalur ekstra parlementer. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal untuk mendorong terobosan pembangunan dari desa.

“Kami tidak akan diam melihat kebijakan yang tidak pro-rakyat. FPPI akan terus menjadi pelopor gerakan untuk mengawal kebijakan daerah agar lebih berpihak kepada kaum marginal,” pungkasnya.

Dengan semangat panjang umur perjuangan, FPPI mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersatu memastikan potensi SDA dan SDM di Pasangkayu dikelola secara mandiri demi kemandirian daerah yang sesungguhnya. (*/AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan