Oleh: Afid
Ongumpasunju adalah gunung yang ada di Dusun Sintulu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala. Kami yang tergabung dalam Pengurus Kampung Barisan Pemuda Adat Nusantara BPAN) Nggolo bersama Anggota Badan Permusyawararan Desa (BPD) Lumbumamara melakukan perjalanan ke gunung tersebut.Kamis (26/06/2025).
Perjalanan kami tempuh selama 4 jam, 20 menit dari Sintulu.Adapun rombongan berjumlah 8 orang dan salah satunya adalah penunjuk jalan. Medan yang cukup ekstrim serta menantang bukan menjadi sebuah halangan untuk sampai puncak.
Pukul 09.00 Wita, kami berangkat dan sampai puncak ongu mpasunju pukul 13.20 Wita dan untuk menuju puncak ongu mpasunju sendiri membutuhkan persiapan terutama fisik karena jalan terjal dan sangat membutuhkan kehati-hatian.
Menarik dari perjalanan kami di pendakian pertama langsung disambut hujan deras. Karena hutan dan pohon masih terjaga dengan baik hujan tidak membasahi kami selama perjalanan hingga sampai puncak ongumpasunju.
Perjalanan ini adalah bagian dari menelusuri jejak leluhur di masa lalu, sebagai pemuda adat yang masih menjaga tradisi dan budaya hal ini sangat penting dan menjadi pembelajaran bagi pemuda adat di masa yang akan datang.
Rencananya 09 Agustus 2025, Perayaan Hari Internasional Masyarakat adat Internasional (HIMAS) kami akan menginap di gunung Ongumpasunju.
Momentum HIMAS dipilih bukan hanya sekadar seremonial melainkan ada semangat gerakan masyarakat adat yang patut kita apresiasi. Semangat menjaga wilayah adat dan melestarikan budaya.
Ongumpasunju bukan hanya sekadar gunung tetapi ia sumber kehidupan, jika ia dirusak maka akan berdampak pada ekosistem yang ada disekitarnya.
Menjaga Ongumpasunju adalah menjaga mata air, menjaga hubungan manusia dengan alam semesta.
Dalam sejarah lisan orang Sintulu bahwa Gunung Ongumpasunju adalah satu kawasan adat yang dikeramatkan dan tetap terjaga hingga saat ini.
Ongumasunju bukan hanya gunung tetapi ia menyimpan banyak cerita
Penulis adalah Anggota Pengurus Kampung BPAN Nggolo







Komentar