oleh

Bupati Teluk Bintuni Tetapkan 6.262 Hektar Wilayah Adat Tiga Marga pada Suku Moskona

TELUK BINTUNI – Celebesta.com, Bupati Teluk Bintuni serahkan Surat Keputusan (SK) penetapan tiga marga, yaitu Marga Masakoda, Marga Yen dan Marga Yec, Suku Moskona. Penyerahan SK itu bertempat di Aula Pertemuan Restoran Ayam Kampung SP I, Kampung Waraitama, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Sabtu (9/9/2023).

Turut hadir dalam penyerahakan SK itu, yakni Ketua DPRK Teluk Bintuni, Simon Dowansiba, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, Ir. I Putu Suratna, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. George Wanma dan Ketua Bapemperda DPRK Teluk Bintuni, Topan Sarungallo serta sembilan perwakilan masyarakat adat yang berasal dari wilayah adat Marga Masakoda, Marga Yen serta Marga Yec, Distrik Masyeta, Kabupaten Teluk Bintuni.

Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw M.T merasa senang dan bangga dengan adanya pengakuan komunitas masyarakat adat, khusus Masyarakat Hukum Adat, Marga Masakoda, Marga Yen dan dan Marga Yec.

“kita sama-sama menyaksikan pengakuan hak-hak dari masyarakat adat. Saya ingin menyampaikan bahwa sejak berdirinya Kabupaten Teluk Bintuni hingga Tahun 2019 kita telah bersama dan menjadi saksi hadirnya Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat 7 Suku,” ungkap Bupati Teluk Bintuni.

Katanya, dengan Perda ini kita hari ini melihat bentuk konkret pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat terhadap warisan budaya, nilai-nilai tradisi khususnya marga nilai yang ada di komunitas Marga Masakoda, Marga Yenn dan Marga Yec selama berabad-abad di wilayah Sisarmatiti. Daerah lain saya belum tahu tapi di Kabupaten Teluk Bintuni ini cukup maju dalam proses pengakuan hak masyarakat adat.

Lanjutnya, kedepan Semua suku wajib diinventarisir juga. Nanti kedepan terkait hak-hak adat, rekomendasi anda (masyarakat adat) dahulu baru pemerintah. Makanya tadi saya sampaikan untuk dokumen SK ini disimpan baik-baik untuk menjadi arsip.

“Pengkauan ini merupakan hasil kajian mendalam, kolaborasi panitia masyarakat hukum adat, beserta LSM Panah Pupua. Terima kasih kepada Panah Papua yang telah membantu,” ucap Bupati dua periode itu

Sementara itu, Piter Masakoda mewakili pemuda dari komunitas masyarakat adat Marga Masakoda menyampaikan turut bersyukur atas penyerahkan SK hari ini. Berdasarkan SK, terdapat sekitar 6.262 hektar wilayah adat ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai wilayah dari komunitas masyarakat adat Marga Masakoda, Marga Yen dan Marga Yec.

“Rencana kami akan mengusulkan hak pengelolaan hutan adat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sehingga hutan yang diklaim oleh negara di wilayah kami dapat berubah status menjadi hutan adat,” ujar Piter Masakoda melalui keterangan tertulis diterima Celebesta.com, Sabtu (9/9).

Meniut Piter Masakoda, sambil mengusulkan akses pengelolaan hutan adat, kami akan mendorong komoditas lokal yang berpotensi dikembangkan. Di sana ada nenas masyeta yang rasanya sangat manis serta buah merah yang orang tua sudah gunakan sejak dahulu untuk obat capek.

“Harapannya kedepan masyarakat adat bisa ada pendapatan sehingga bisa mandiri (di wilayah adatnya),” tutup Masakoda. (*/mk)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan