Oleh: Dewi Aminur
CELEBESTA.COM-PALU, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana. Pendidikan Sendiri diambil dari kata Paedagogia (Yunani) dari Asal Kata “Paedos” artinya anak dan “Agogos” berarti menuntun, membimbing dan memimpin.
Menurut Ki Hadjar Dewantara bahwa mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani.
Kemudian Bapak Pendidikan Nasional itu berpendapat bahwa keberhasilan Pendidikan dipengaruhi oleh tiga lingkungan (Keluarga, Sekolah dan Masyarakat) hal inilah yang disebut dengan Tripusat Pendidikan.
Sementara itu, Menurut Hasan Langgulung Pendidikan ialah suatu proses spritual, akhlak, intelektual dan sosial yang berusaha membimbing manusia dan memberikan nilai-nilai prinsip keteladanan.
Anak adalah anugerah terindah yang Allah SWT. titip lewat orang tua. Setiap anak memiliki karakter tersendiri, bagi orang tua anak adalah kebanggaan bahkan dianggap segalanya.
Islam mengajarkan mendidik dan merawat anak dengan baik, sebab anak adalah amanah langsung dari Maha Pencipta dan orang tua menjadi pendidik pertama dan utama.
Dalam islam dilarang berkata kasar kepada anak. Jika buah hati melakukan kesalahan maka sebaiknya menanyakan dengan nada bicara yang lembut agar anak merasa nyaman dan terbuka dalam segala hal yang ia hadapi.
Sesungguhnya tempat paling nyaman bagi anak adalah keluarga, terutama orang tua. Sudah menjadi kewajiban mengajarkan akidah, akhlak, sopan santun, menghargai dan toleransi. Sebab pendidikan pertama adalah lingkungan Keluarga.
Memberi pendidikan layak, memfasilitasi kebutuhan Pendidikan anak dalam keluarga adalah sebuah keharusan.
Sesuai dengan Ajaran Rasulullah Saw. orang Tua harus mengajarkan tauhid, ibadah, tanggungjawab, membentuk kepribadian dan mengajarkan Akhlak.
Rasulullah Saw bersabda : “Tidak ada suatu pemberian orang tua untuk anaknya yang lebih utama dari pada (Pendidikan) adab tata krama yang baik ” ( H.R Tirmidzi).
Orang tua harus memahami kondisi anak agar ditengah gempuran teknologi anak tetap bisa menjadi bagian dari perkembangan zaman.
Seperti memberi batasan kepada anak bermain smartphone, bukan melarang sepenuhnya karena bisa saja tugas-tugas sekolah diakses di internet menggunakan gadget.
Hal-hal penting yang perlu dilakukan di rumah, meluangkan waktu berdiskusi tentang keadaan di sekolah, tempat bermain, tempat pengajian dan lainnya. Dengan bercerita, anak merasa nyaman dan dihargai.
Memberi apresiasi jika mendapatkan nilai yang bagus di sekolah dan semangati jika nilai kurang memuaskan.
Orang tua bisa menjadi teman karena sebaik baiknya tempat bagi anak adalah keluarga.
Dari Aisyah r.a, Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Sebaik baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku ” ( H.R Tarmizi dan Ibnu Majah)
Tulisan diatas adalah nasehat bagi diri penulis, semoga bermanfaat bagi pembaca semuanya.
Penulis Merupakan Mahasiswa Pascasarjana (S2) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu






Komentar