oleh

Air Panas di Desa Mapane Tambu

Oleh: Wulan Haerunnisa

CELEBESTA.COM-DONGGALA, Mapane Tambu adalah sebuah Desa di Kecamatan balaesang Kabupaten Donggala yang terletak di pantai barat Sulawesi Tengah.

Desa Mapane Tambu memiliki daya tarik tersendiri di bandingkan dengan desa lain yang berada di kecamatan Balaesang, dengan adanya kolam air panas yang begitu indah di pandang mata dan juga kearifan lokal masyarakat yang masih terjaga dengan baik.

Mapane sendiri di ambil dari bahasa Kaili yang artinya panas, kini Mapane Tambu menjadi desa administratif hasil pemekaran Desa Tambu.

Kemudian di Mapane Tambu juga memiliki 3 (tiga) keyakinan yang dianut oleh penduduk setempat (Islam, Kristen, dan Hindu.) Kemudian di desa Mapane Tambu juga memiliki beberapa suku di antaranya, Bugis, Kaili, Jawa, dan lainnya. Meskipun memiliki 3 keyakinan yang berbeda di dalam satu desa, tetap membuat kehidupan sosial, sikap toleransi, gotong-royong masih terjaga dengan baik antar semasa warga desa.

Sumber mata Air Panas di desa mapane tersebut sudah diperkirakan telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Pada masa pendudukan jepang di Indonesia, awalnya hanya sebagai sumur kecil untuk kebutuhan perang para penjajah jepang pada masa itu, kini sumur kecil itu telah menjadi kolam air panas yang sangat besar dan juga indah,
dan sumber terpercaya menyatakan bahwa air panas tersebut dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kulit.

Penulis berpandangan bahwa kolam air panas mapane tambu adalah *”Istana kolam air panas yang tersembunyi di tengah desa kecil”* karena keindahan rumput yang hijau di sekeliling kolam air panas yang membuat pemandangan begitu megah bagai istana, sehingga suasana menjadi damai ketika berkunjung di kolam air panas Mapane tersebut.

Dengan adanya perkembangan zaman yang semakin canggih di harapkan warga sekitar tetap saling menjaga kelestarian lingkungan. Serta tetap menjaga dan melindungi potensi alam semesta yang ada di desa Mapane Tambu agar tetap asri dan damai.

Hal diatas, penting kita lakukan agar hubungan sesama manusia tetap terjalin dengan baik. Serta bentuk rasa syukur manusia kepada sang pencipta yang telah menciptakan alam semesta yang begitu indah dan cantik untuk kita sebagai manusia Ciptaan Tuhan yang maha esa.

Penulis Merupakan Kelahiran Desa Tambu Mapane Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Kini menempuh Pendidikan di Program Pascasarjana (S2) UIN Datokarama Palu.

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan