CELEBESTA.COM-PALU, Jika ukuran menjadi tolak ukur kekuatan, maka gajah sudah lama menjadi raja hutan, Begitu kalimat Pembuka diucapkan Rahmat Balaroa saat dihubungi Celebesta.com, Senin (29/05/2023).
Rahmat Balaro lahir di Palu, 12 Februari 2002. Anak muda bertubuh mungil ini adalah kelahiran tanah kaili, Sulawesi Tengah yang menempuh Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Pernah menempuh Pendidikan dasar di SD Negeri Balaroa Palu Barat, SMP Negeri 13 Palu, dan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Palu.
Menekuni dunia organisasi, di tingkat SMA, Rahmat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Madrasah Aliyah Muhammadiyah Palu setingkat OSIS, kemudian pernah menjadi ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Palu Barat.
Selain aktif di organisasi pelajar, ia juga berkecimpung dalam dunia komunitas literasi dengan mendirikan Komunitas Literasi Candu Buku Palu (CD-Ku Palu) bersama dua rekannya, Ari dan Fathul.
Di bangku kuliah, Rahmat juga aktif di organisasi intra kampus, pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Qur’an dan Tafsir, kemudian setelahnya menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiwa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sekitar empat tahun lalu, Rahmat memutuskan untuk menempuh Pendidikan tinggi di tanah rantau, dengan beasiswa penuh dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang itu dianggap bukan sebuah kebetulan, karena baginya tidak ada yang kebetulan.
Semua bisa dicapai dengan usaha atas izin Allah. Menjalani hidup di perantauan, membuatnya menjadi lebih mandiri. Selain menjadi aktivis organisasi, Juga aktif menulis, baik di media online, cetak ataupun buku.
Buku yang sudah diterbitkan adalah, Nalar kritis Kader Muhammadiyah terbit tahun 2021, Dipaksa Untuk Menulis terbit tahun 2022.
Dalam pemilihan presiden mahasiswa yang akan diadakan tahun ini, Rahmat mencalonkan diri sebagai calon independent tanpa partai mahasiswa dengan harapan ingin mewujudkan gagasan, juga untuk menguprade skill komunikasi dan kepemimpinan.
“Sekarang waktunya perang gagasan, lalu dikolaborasikan, jika perang gagasan itu kita maknai sebagai satu hal positif yaitu berlomba-lomba untuk menghadirkan gagasan terbaik,” jelas Rahmat.
“Saya yakin, roda kepemimpinan akan berjalan dengan baik karena dipimpin oleh orang-orang yang sadar kemana dan seperti apa organisasi ini akan dibawa,” sambung Dia.
Ada dua gagasan besar yang akan dibawa Ketika naik sebagai presiden mahasiswa, yaitu Literasi dan kebebesan Mahasiswa.
“sekiranya ada dua yang ingin diwujudkan pertama adalah literasi mahasiswa, dan yang kedua adalah kebebesan mahasiswa dalam hal ini mengupayakan kemandirian dalam berorganisasi yang nanti akan diturunkan melalui program-program”. Pungkas dia (AS)






Komentar