oleh

PRIMA Sulteng Minta Pemprov Tinjau Kembali Hibah untuk KAHMI

CELEBESTA.COM – PALU, Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Sulawesi Tengah meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meninjau kembali dana hibah sebesar Rp.14 Miliar ke KAHMI dalam penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP), Tulis Azman Asgar. Dalam rilisnya kepada Celebesta.com, Kamis (15/09/2022).

Menurut Azman, nilai Rp.14 Miliar itu terlalu tinggi untuk pelaksanaan Munas dan ceremonial lainnya.

“Tidak ada masalah Pemda berikan hibah, itu dibolehkan oleh aturan tapi nilainya harus benar-benar dikaji kembali. Padahal Sulteng ini belum kelar urusan pengentasan kemiskinannya, angka kemiskinan kita masih cukup tinggi, diangka 12,8 persen (BPS), belum lagi persoalan pemulihan korban bencanannya. Padahal sudah masuk tahun ke empat, ini juga belum menemukan penyelesaikan konkrit yang terbaru soal warning yang disampaikan Jokowi ke tiap daerah dalam menghadapi inflasi, ini harus benar-benar jadi pertimbangan serius,” ungkap Dia.

“Kita bangga ketika para Korps Alumni HMI bisa bermunas di sini (Sulteng) bahkan menjadi satu kehormatan sebagai tuan rumah, apalagi jika kita hitung-hitungan ‘multi effect ‘ ekonominya dari putaran uang yang beredar saat Munas nanti, tentu bisa membantu UMKM dan retribusi lainnya, bisa positif bagi masyarakat,” terang Azman.

Lebih lanjut Azman mengatakan bahwa fokus kritiknya adalah besaran hibahnya Rp. 14 Miliar dan Selisih Rp.4 Miliar dari dana yang dikelola oleh BPBD Sulteng sebesar 18 Miliar, padahal BPBD urus bencana 13 kabupaten kota. Bagaimana mungkin ada ormas dapat hibah hampir setara dengan dana OPD.

PRIMA Sulteng juga berharap agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah harus meninjau kembali besaran dana hibah tersebut karena masih banyak yang urgen dan prioritas untuk di biayai oleh Pemda.

Azman juga menuturkan bahwa Korps Alumni HMI sudah tersebar di mana mana (eksekutif legislatif maupun yudikatif) belum lagi jejaring bisnisnya, sudah tidak terhitung jumlahnya.

Dirinya yakin sangat mudah bagi KAHMI konsolidasi biaya lebih banyak dari kreativitas dan manfaatkan jejaring mereka.

“Masyarakat Sulteng bangga jika Munas ini dilaksanakan di Palu, apalagi Munas ini mampu mendatangkan tokoh-tokoh nasional dan alumni yang mendapatkan posisi strategis dikekuasaan, bisa menjadi trigger pemulihan korban bencana secara cepat nantinya,” tambah Dia. (AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan