Celebesta.com — PALU, Pemerintah Kota Palu mengembangkan pembangunan infrastruktur yang didasari tahan bencana, karena Kota Palu berada pada frekuensi rawan gempa bumi yang sangat aktif di Sulawesi.
Untuk itu, BPBD bersama Islamic Relief menggelar Workshop tentang inisiasi penyusunan dokumen kajian resiko bencana dan dokumen rencana penanggulangan bencana Kota Palu 2021.
Kegiatan itu berlangsung di Hotel Rama, Jl Tanjung Santigi Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Selasa (7/12)
Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Nasional (BPBD) Kota Palu Presly Tampubolon menyebut semua jenis ancaman bencana perlu diwaspadai.
“Perhatian kita tentang potensi bencana dan kesiapsiagaan bencana semakin strategis di Kota Palu, mengingat wilayah Kota Palu memiliki potensi ancaman yang tinggi seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, likuifaksi, kekeringan dan lain sebagainya,” ungkap Presly Tampubolon.
Presly Tampubolon membeberkan, pemkot Palu akan membangun kembali tantangan lingkungan yang aman dan nyaman.
Dengan mengembangkan pembangunan infrastruktur yang didasari tahan bencana. Maka menyiapkan ketentuan bencana dalam rancangan mitigasi bencana perlu disiapkan. Setiap orang perlu memahami langkah-langkah penyelamatan diri dari bencana.
Presly Tampubolon mengatakan, saat ini perlu dilakukan persiapan sumber daya seperti manusia, infrastruktur, dan strategi penanganan bencana.
“Penyusunan dokumen kajian resiko bencana dan dokumen rencana pengurangan bencana merupakan indikator penting yang perlu kita wujudkan bagaimana kita menekan potensi dampak bencana sekecil-kecilnya,” ujarnya.
Menurutnya, meski mitigasi bencana telah dibangun sebaik mungkin, jika tidak disertai dengan pemahaman setiap individu dalam penyelamatan kedaruratan maka dapat menimbulkan korban jiwa.
“Kekuatan dan kecepatan kejadian bencana sangatlah sulit diantisipasi. Olehnya kesiapsiagaan individu, masyarakat serta pemerintah adalah suatu hal yang wajib kita persiapkan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (JUM/UND)






Komentar