Celebesta.com – BOGOR, Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) bertempat di Imah Gede, Lembur Nusantara, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (29/04/2026).
Dalam sambutannya, Rukka mengatakan masyarakat adat memiliki ketangguhan dan itu sudah terbukti saat Covid-19. Selain itu, menurutnya masyarakat adat juga sudah menggunakan teknologi dalam melakukan pemetaan wilayah adat.
“Kita sudah menggunakan alat-alat digital bahkan saat ini kita mendorong Konvergensi media. Kita harus belajar dari pengalaman agar terintegrasi dengan apa yang dikerjakan,” ungkap Rukka.
Lebih lanjut Rukka menguraikan bahwa trend perampasan wilayah adat sejak pemerintahan Jokowi hingga pemerintahan Prabowo Subianto makin meningkat.
“Tidak ada militerisasi yang separah saat ini dari MBG hingga Food Estate dan lainnya semua melibatkan Militer,” Sambung Rukka.
Masyarakat adat itu bukan terbentuk satu malam tetapi itu berlangsung ribuan tahun, ada pengetahuan lokal, nyanyian-nyanyian, sejarah.
“Di tingkat global mengakui bahwa Investasi terbaik adalah pengakuan dan perlindungan masyarakat adat namun masuk di Indonesia menjadi pasar karbon yang dikuasai oleh oligarki.
Rukka menambahkan bahwa hal ini bertentangan dengan Putusan MK Nomor 35 Tahun 2012 dan UUD 1945.
“Di global tujuan ini mulia dan di nasional itu berubah menjadi UU Cilaka, Bank Tanah, izin tambang, food estate, Geotermal,” beber dia.
Selain itu juga dirinya menyinggung soal peneliti dan jurnalis yang selalu menjadikan masyarakat adat sebagai objek.
“Peneliti dari luar datang semalam tetapi mereka menjadi penemu. Kita berhak menentukan nasib kita sendiri. Harusnya kalau kita bicara kedaulatan informasi dan inklusi digital harusnya masyarakat adat sebagai subjek bukan hanya sekadar objek,” pungkas dia. (AS)






Komentar