oleh

Dedikasi Stenli Gilbert Wujudkan Generasi Hijau di Sigi

Celebesta.com – SIGI, Pengusulan Stenli Gilbert sebagai calon penerima penghargaan Kalpataru 2026 oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi didasari oleh rekam jejak nyata melalui Sekolah Alam Dongi-Dongi. Satuan pendidikan ini menjadi bukti dedikasi Stenli dalam menciptakan sistem pendidikan formal yang menyatu dengan alam.

Sekolah Alam Dongi-Dongi hadir sebagai inovasi pendidikan berbasis lingkungan yang memanfaatkan kekayaan alam Sigi sebagai ruang, sumber, dan media pembelajaran. Di bawah kepemimpinan Stenli, proses belajar mengajar tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi meluas hingga ke hutan, sungai, dan perkebunan sekitar.

“Kami ingin pendidikan menjadi lebih bermakna. Melalui experiential learning, peserta didik diajak belajar langsung dari alam, sehingga karakter peduli lingkungan dan kemandirian terbentuk sejak usia dini,” ungkap Stenli dalam visi sekolahnya.

Lebih dari sekadar sekolah, Stenli Gilbert melalui lembaga ini juga menggerakkan berbagai kegiatan strategis untuk membentengi ekosistem lokal, di antaranya:

Seminar dan Edukasi Lingkungan: Melibatkan akademisi untuk memberikan pemahaman mendalam bagi warga sekolah dan masyarakat tentang isu perubahan iklim secara kontekstual.

Aksi Bersih Lingkungan: Mengedukasi peserta didik melalui pengalaman langsung memilah sampah di area publik, sungai, dan lingkungan sekitar guna menumbuhkan etika kebersihan.

Penanaman Pohon: Aksi nyata penghijauan sebagai kontribusi dalam menyerap emisi karbon sekaligus memberikan edukasi praktis mengenai peran vital pohon bagi keberlangsungan bumi.

Kampanye Digital: Memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan konservasi melalui konten kreatif, memastikan bahwa gaung pelestarian lingkungan dari Dongi-Dongi menjangkau audiens yang lebih luas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Alam Dongi-Dongi adalah alasan kuat mengapa Stenli Gilbert layak menyandang gelar Pembina Lingkungan. Inisiatif ini dianggap berhasil mengubah paradigma masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekologi melalui jalur pendidikan.

“Langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama di Sekolah Alam Dongi-Dongi ini adalah model yang kita butuhkan. Stenli Gilbert bukan sekadar mengajar, ia sedang membangun masa depan bumi dari kaki Gunung Lore Lindu,” pungkasnya. (*/AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan