Celebesta.com – PALU, Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu beberkan delapan tantangan yang dihadapi dalam pengawasan obat dan makanan di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulteng menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Perlindungan Konsumen atas dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut digelar di Jalan Rusa, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/11/2021). Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala BPOM Kota Palu sebagai pemateri.
Agus Riyanto mengatakan, Sulteng hanya terdapat dua kantor BPOM, yaitu di Kota Palu dan di Kabupaten Luwuk. Sedangkan jangkauan wilayah BPOM sangat luas mencakup 13 Kabupaten di Sulteng
“Untuk tantangan pertama luasnya cakupan wilayah pengawasan, dan kedua itu arus globalisasi,” ungkap Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Kota Palu.
Selanjutnya tantangan ketiga terdapat penyelundupan produk ilegal yang masuk ke Sulteng sangat marak dan sulit untuk terdeteksi.
Baca Juga: Cari Solusi Pembatasan Solar, DPRD Sulteng dan Pemkot Palu Jadwalkan Pertemuan
“Kemudian tantangan keempat ada koordinasi lintas sektor, ini kami butuhkan karena tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan obat dan makanan. Olehnya butuh koordinasi lintas sektor dinas terkait,” bebernya.
Tantangan kelima yaitu keterbatasan sumber daya. Dimana, pegawai BPOM di Palu hanya terdapat 68 orang harus mengcover tujuh Kabupaten di Sulteng.
“Keenam terdapat pertumbuhan pelaku usaha pada akhir-akhir ini sangat banyak. Sehingga tidak bisa menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dalam hal ini makanan atau minuman di masyarakat,” ujarnya.
Ketujuh fragmentasi kelembagaan, dan kedelapan yaitu perizinan dan regulasi pengawasan pusat dan daerah.
Lebih lanjut, Agus Riyanto menyebut, selama tahun 2021 terdapat 12 perkara yang sedang ditangani BPOM di Palu sampai ke tahap tuntutan. Hal itu dalam upaya melindungi masyarakat dari resiko yang berbahaya oleh makanan dan minuman ilegal. (Jum)






Komentar