oleh

Presma Untad: Kami Kedatangan Tamu Tak Diundang

Celebesta.com – PALU, Dalam aksi Aliansi Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) kedatangan tamu yang tidak diundang.

Ribuan Mahasiswa Untad menggelar aksi di depan gedung Rektorat dengan tuntutan mendesak pengeluaran Surat Keputusan (SK) Perpanjangan Pembayaran UKT, SK Pemotongan UKT, serta mendesak pihak Rektorat untuk mengeluarkan Surat Edaran Pemotongan sesuai dengan pedoman pelaksanaan keringanan UKT dan transparansi skema penyaluran UKT di masa pandemi.

Presiden Mahasiswa (Presma) Untad Moh. Wiranto Basatu dalam orasinya mengatakan, telah kedatangan tamu yang tidak diundang, di mana pihak kepolisian datang ke Untad tanpa diundang.

Baca Juga : 

Tuntutan Mahasiswa Untad Mendapat Respon dari Rektorat

Besok, Ribuan Mahasiswa Untad akan Demo Rektorat

“Yang kita ketahui bersama bahwasanya dunia pendidikan adalah teman-teman yang ilmia dan intelektual dan kami bukan preman, bukan juga kriminal di sini,” tegas Moh. Wiranto Basatu, Presiden Mahasiswa saat melakukan orasi di depan gedung Rektorat, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, pihak kampus anti kritikan karena mendatangkan pihak kepolisian untuk mengawal masa aksi.

“Ini bentuk kampus anti kritik, mengapa saya bilang demikian, karena pihak kampus telah menyediakan antek-antek kepolisian untuk menjaga masa aksi,” sambungnya.

Ia juga mengatakan, konsolidasi ini telah disepakati sejak beberapa hari sebelumnya maka aksi ini terjadi karena tidak adanya kesesuaian informasi antara pihak Universitas kepada pihak Fakultas.

“Dua langkah sebelum kita aksi kami melakukan audiensi dengan pihak Rektorat, tapi alhasil tidak ada kejelasan dari pihak Rektorat terkait kita punya tuntutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan mengapa sampai dilakukan aksi karena sudah dua kali melakukan audiensi dengan Warek II, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan realita.

Kata Moh. Wiranto Basatu, di lapangan dan ditanyakan pada mahasiswa masing-masing fakultas tidak pernah ada yang diakomodir, karena pernyataan dari mahasiswa itu tidak diberlakukan kembali dan belum ada instruksi dari Universitas.

“Hari ini pihak Rektorat bersembunyi dibalik baju dinas mereka dan tidak mau menemui masa aksi,” tutupnya. (Jum)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan