oleh

Tuntutan Mahasiswa Untad Mendapat Respon dari Rektorat

Celebesta.com – PALU, Merespon tuntuan mahasiswa terkait perpanjangan SK pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT), pihak Rektorat Universitas Tadulako (Untad) meminta waktu membahas UKT tersebut.

Kordinator Perencanaan BAKP Untad, Samsul Marlin meminta agar diberikan waktu sampai hari senin untuk membahas UKT, karena adanya miskomunikasi sehingga menimbulkan perbedaan pernyataan dari pihak Universitas dan Fakultas.

“Berikan kami waktu untuk mendiskusikan kepada pimpinan. Terjadinya miskomunikasi ini, karena belum sampai informasi ke kami terkait pemotongan UKT,” ujar Samsul Marlin, Kamis (12/8/2021).

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan dalam pemberian pemotongan UKT tidak bisa hanya dengan ucapan saja, tapi harus dengan SK, karena jika adanya keringanan tanpa adanya SK akan menjadi utang dari Untad kepada negara.

“Kami meminta waktu untuk mendiskusikan tuntutan mahasiswa sekalian. Setelah berembuk dengan Warek Kemahasiswaan, kami mohon waktu sampai hari senin merumuskan sebuah kebijakan, itu harus hati-hati dan matang,” jelasnya.

Menurut Samsul, kebijakan Rektor Untad memang diawali dari kebijakan fakultas masing-masing berdasarkan persyaratan masing-masing fakultas. Kata Samsul, sampai saat ini Rektor Untad masih dalam masa pemulihan kesehatan.

“Pimpinan kita dalam hal ini Rektor masih isoman, kita tunggu dulu Rektor habis waktunya dalam beristirahat,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor (Warek) III Untad, Dr. Ir. Sagaf, MP menyebut, semua  tuntutan yang disampaikan mahasiswa baginya memang disadari semua orang tua mahasiswa dalam keadaan kesulitan saat ini.

Sagaf mengatakan, dirinya telah menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada Rektor Untad, namun Rektor Untad masih dalam proses Isolasi Mandiri (Isoman).

“Kita sudah melakukan komunikasi dengan Rektor tapi baliau masih istrahat. Mudah-mudahan setelah Rektor selesai masa istrahatnya, kebijakan bisa terlaksana sesuai dengan peraturan yang diambil oleh adik-adik mahasiswa,” ungkap Sagaf.

Sagaf juga mengatakan, sepanjang keinginan mahasiswa masuk dalam koridor aturan, maka pihak Rektorat Untad akan melakukan yang terbaik.

“Pengalaman kemarin tentang bantuan UKT kita diaudit habis-habisan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), tapi kalau ini berkaitan dengan aturan, maka kami akan memberikan yang terbaik bagi mahasiswa,” jelasnya.

“Semoga bisa ketemu titiknya, ketika Rektor sudah bisa ditemui, saya akan panggil semua teman-teman BEM,” harapnya. (Jum)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan