oleh

Pusdisos-HAM Soroti Dugaan Ribuan Bibit Mati pada Proyek RHL Bapedas

Celebesta.com – PALU, Perhimpunan Studi Sosial Advokasi dan Hak Asasi Manusia (Pusdisos-HAM) menyoroti proyek penanaman pohon milik Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (Bapedas) Palu- Poso, Sulawesi Tengah yang diduga telah merugikan keuangan Negara karena berkisar 50 persen bibit tidak bisa ditanami akibat mati.

Ketua Pusdisos – HAM, Supardi kepada Celebesta.com, Jumat (13/8/2021) mengatakan adanya dugaan bibit yang mati.

“Diduga masih ada stok pupuk dan ribuan bibit pohon berada dilokasi pembibitan yang sebagian besar berpotensi tidak bisa lagi ditanami karena sudah dalam kondisi layu,” ungkap dia.

Padahal, kegiatan pembuatan tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di kawasan rawan bencana itu memiliki kontrak tahun jamak atau Multiyears yang seharusnya di tahun 2021 ini sudah tahap penanaman dan penyulaman.

Olehnya itu, kata Supardi, kegiatan RHL yang diinginkan menjadi upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan yang peranannya mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga namun berpotensi tidak dapat diwujudkan.

“Kami sangat sayangkan, proyek rehabilitasi hutan yang menggunakan anggaran miliaran dari APBN tapi justru mengecewakan, ini bisa merugikan keuangan negara,” jelas Supardi.

Sebelumnya, sudah meminta konfirmasi bahkan menyurat kepada Bapedas Palu-Poso tapi belum ada jawaban, sehingga perlu dilakukan konfirmasi lebih lanjut. (AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan