Celebesta.com – PALU, Aliansi Mahasiswa akan menggelar aksi besok, Kamis (12/8) di depan Rektorat, Universitas Tadulako (Untad). Presiden Mahasiswa (Presma) Untad menegaskan, apabila tuntutanya tidak direspon pihak kampus, maka mereka akan melakukan aksi berjilid-jilid.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Warek II menanggapi aksi media yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Dr. Muh. Nur Ali, MSi, sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan mengatakan, bingung dengan tuntutan mahasiswa terkait pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Untad sudah melakukan pemotongan UKT bagi yang terdampak bencana, belum selesai itu masuk bencana Covid dan kami sudah melakukan pemotongan dengan 4 kali memperbaharui tentang kebijakan pemotongan UKT itu,” ungkap Warek II saat ditemui Celebesta.com di ruang kerjanya, Jumat (6/8/2021).
Hal itu mendapat tanggapan Ketua BEM Fakultas Hukum, Moh. Fhadel mengatakan, kalau soal pernyataan Pak Wakil Rektor II (Warek) mengatakan tidak mendasar justru ini menurutnya sangat mendasar.
“Kami tau ada bantuan terkait kuota dari Kemendikbud serta bantuan UKT, tetapi itu semua tidak menyeluruh didapatkan oleh mahasiswa. Saya sampaikan bahwa UKT adalah sebuah kewajiban tetapi penuhi juga hak-hak kami sebagai mahasiswa,” ujar Moh Fhadel, kepada Celebesta.com via Watsapp, Sabtu (7/8/2021).
Hingga saat ini belum mendapat respon dari pihak Birokrasi sehingga Aliansi Mahasiswa Untad akan menggelar aksi di depan Gedung Rektorat.
Dengan tuntutan mendesak pengeluaran SK perpanjangan pembayaran UKT, mendesak mengeluarkan SK pemotongan UKT, dan mendesak pihak Rektorat untuk mengeluarkan Surat Edaran Pemotongan sesuai dengan pedoman pelaksanaan keringanan UKT dan transparansi skema penyaluran UKT dimasa pandemi
Presma Untad, Moh. Wiranto Basatu mengatakan apabila tuntutannya tidak direspon maka akan dilakukan demo setiap hari.
“Jika besok tuntutan kami tidak direpson, maka kami akan melakukan demo setiap hari sampai tuntutan kami diterima,” tegasnya saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (11/8/2021).
Menurutnya, massa yang akan tergabung dalam aksi tuntutan pemotongan UKT besok sekitar 1050 msasa aksi.
“Jadi kemarin estimasi massa aksi yang diprediksi ini 1050 dari 11 Fakultas dan itu masih minimal,” taksirnya.
Ia menghimbau kepada seluruh massa yang akan menggelar aksi besok agar tetap menjaga protokol kesehatan. “Kepada massa aksi jangan lupa memakai masker dan jaga jarak,” himbaunya.
Harapanya dengan adanya tuntutan massa aksi besok kepada pihak Rektorat agar tuntutan bisa terima. “Kami berharap agar tuntutan kami diterima dan segera terealisasikan,” harapnya. (Jum/mk)






Komentar