Celebesta.com – PALU, Menghadapi situasi Pandemi Covid-19, Serikat Mahasiswa Progresif Sulawesi Tengah (SMIP-ST) gelar diskusi virtual dengan tema “Dampak Pandemi Covid-19 di Sektor Pendidikan” pada 2 Agustus 2021.
Diskusi itu digelar karena melihat problem yang dialami pelajar dan mahasiswa semakin rumit akibat Pandemi Covid-19 di tengah komersialisasi pendidikan di Indonesia.
Richard Labiro, Akademisi di Universitas Negeri di Kota Palu mengatakan, pendidikan di Indonesia sudah sangat liberal di tengah krisis Pandemi Covid-19, sistem yang kapitalistik ini tidak memberikan jaminan kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Disamping itu, kata Ricard, sejak Indonesia dilanda Pandemi, berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah mulai dari melakukan lockdown, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bahkan yang saat ini sedang berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Perlindungan sosial kepada masyarakat yang terdampak belum dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia, sejauh ini pemerintah hanya memberikan bantuan sosial yang menimbulkan ketergantungan kepada masyarakat bahkan bansos itu sendiri dikorupsi oleh pemerintah terkait,” ungkap Richard Labiro melalui keterangan tertulis diterima Celebesta.com, Kamis (5/8/2021).
Disamping itu pemerintah Indonesia mengaharuskan vaksin bagi seluruh masyarakat Indonesia, sedangkan ketersediaan vaksin itu sendiri terbatas jumlahnya, bahkan pasien Covid-19 terpaksa harus menjalani isolasi mandiri karena rumah sakit mengalami over capacity.
Menurut dia beberapa waktu lalu dalam surat yang diterbitkan Setjen DPR tertanggal 26 Juli 2021 yang diteken sekretaris jenderal Indra Iskandar tertulis bahwa Setjen telah kerjasama dengan beberapa hotel untuk menyediakan fasilias isolasi dan karantina bagi anggota legislator.
“Seharusnya dalam hal ini negara harus mengutamakan rakyat terlebih dahulu, bukan malah membuat kebijakan yang terkesan tidak mengakomodir seluruh kepentingan rakyat,” kesal Ricard saat diskusi Virtual itu.
Sementara itu, menurut Adriansa salah satu peserta diskusi bahwa di Indonesia sendiri sedang terjadi pandemi yang bersifat universal. Baik masyarakat yang kaya maupun miskin semua merasakan dampak dari Pandemi Covid-19, tetapi tentunya yang paling merasakan dampak dari pandemi adalah masyarakat yang paling miskin.
“Masyarakat seakan dibiarkan berusaha sendiri-sendiri untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19. Perlu ada transformasi sosial kepada masyarakat di mana ketidakadilan gender dan konflik sosial terus terjadi akibat dari sistem neoliberalisme ini sendiri,” kata dia.
Seperti kita ketahui, di tengah pandemi pemerintah menerapkan metode belajar atau kuliah during dan diwajibkan bagi pelajar dan mahasiswa. SMIP-ST sendiri sebagai organisasi yang aktif memperjuangkan hak mahasiswa melihat terjadi perubahan gaya belajar baik pelajar maupun mahasiswa dan mundurnya kualitas pendidikan di Indonesia.
“Sekitar 80% pendidikan dialihkan menjadi online, sedangkan pembangunan di Indonesia sendiri tidak merata, perlu ada perbaikan infrastruktur guna melancarkan metode belajar during. Di tengah pembangunan yang tidak merata ini tentu metode belajar atau kuliah daring akan menjadi tidak efisien,” ungkap dia. (AS)






Komentar