oleh

Menebang Pohon, Menghilangkan Ruang Aman Bagi Perempuan

PALU – Celebesta.com, Penebangan pohon yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Palu beberapa waktu yang lalu, hingga kini masih menjadi polemik di masyarakat. Pasalnya hal itu dianggap sebagai kebijakan yang tidak  mempunyai prespektif lingkungan.

Seperti kata Juli, Aktivis Walhi Sulteng bahwa penebangan pohon di Jalan R.A Kartini dan Garuda, Kota Palu, Sulawesi Tengah selain menambah persoalan terjadinya perubahan iklim juga merupakan bentuk kontribusi langsung terhadap kerusakan lingkungan.

“Pemerintah turut memberikan ruang dan mendorong konsumen untuk penggunaan transportasi”, ungkapnya.

“Yang kita ketahui asap kendaraan bermotor salah satu penyebab perubahan iklim secara global” sambung dia kepada Celebesta.com, Senin (16/11/2020).

“Harusnya pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang batasan pengguna kendaraan bukan penebangan pohon”, bebernya.

Selain itu, ungkap Juli, adanya penebangan pohon di Kota Palu sama saja menghilangkan ruang aman sekaligus ruang ekonomi perempuan yang selama ini menjadikan pohon-Pohon tersebut sebagai kehidupannya.

“Seringkali kita jumpai di tempat itu terlihat ibu-ibu yang berjualan bahkan ada juga yang sekedar berteduh usai beraktivitas di seputaran Kota Palu”, lanjutnya.

“Artinya dengan besarnya jumlah penebangan pohon, maka sebesar itulah pemerintah menyumbang kemiskinan perempuan di Kota Palu”, pungkasnya. (AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed