SIGI – Jalan terjal menuju kampung di atas awan. Iya, Onjolosi namanya terdaftar sebagai salah satu dusun di Desa Soi, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi.
Mendaki dan bebatuan menjadi bagian dari perjalanan saya menuju tempat itu. Akses jalan mengerikan, diantara bukit yang lalui ada orang-orang yang lewat ternyata mereka baru saja pulang dari Onjolosi.
Tak ada informasi yang utuh didapatkan tentang orang-orang itu, sepertinya mereka adalah orang-orang Wanja dan sekitarnya.
Kadang saya harus menyapa mereka dengan ucapan selamat sore dan orang-orang itupun menjawab sapaan saya dengan ucapan yang sama.
Sedikit mendung dan berkabut, kemudian tanah yang basah membuat jalan licin, penuh rasa was-was menuju Onjolosi. Dari Wanja atau Vanja menuju Onjolosi lebih banyak penurunan, sehingga perjalanan diiringi kehati-hatian.
Rumah pohon yang terlihat di Onjolosi menghiasi sudut-sudut satuan mukim, ada yang berukuran besar seperti rumah pada umumnya ada pula berukuran kecil.
Tinggi sekitar 10 hingga 15 meter dan lebar sekitar 5 sampai 7 meter. Kemudian lebar 3 sampai 4 meter untuk ukuran kecil. Itulah perkiraan saya melihat ukuran rumah pohon di Onjolosi.
Atapnya ada terbuat dari daun sagu, alang-alang sementara dinding ada dari bambu adapula dari dinding yang sejenis alang-alang tetapi ukurannya agak besar (Vio) diperkirakan sebesar jari orang dewasa.

Umumnya orang-orang Da’a yang bermukim di kaki Gunung Gawalise (Kamalisi) masih banyak membangun rumah pohon.
Alasan dibangun rumah pohon, bisa beragam. misalnya menghindari serangan binatang buas, sekedar nyaman atau mengikuti kemauan hati, dan alasan-alasan lain yang mungkin saya tidak ketahuai.
Reporter: Arman Seli






Komentar