oleh

Anggota DPRD Sigi Soroti Pembangunan Daerah Terpencil

SIGI – Celebesta.com, Kondisi geografis Kabupaten Sigi didominasi oleh pegunungan, tidak heran daerah-daerah terpencil sulit di akses.

Marawola Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Donggala dengan pembangunan infrastruktur yang minim mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Sigi, dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Eben., S.Pd saat ditemui Celebesta.com di Dusun Onjolosi, Desa Soi, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya pembangunan infrastruktur dan pendidikan menjadi hal penting. “Infrastruktur harus di bangun, tenaga pengajar juga masih terbatas di wilayah ini”, ucap Eben.

“Ada sekolah tetapi gurunya tidak ada, bangunannya juga masih swadaya masyarakat seperti yang ada di Onjolosi”, ungkap Eben.

Ia juga berharap sekolah-sekolah diisi oleh tenaga pendidik sehingga ada proses pembelajaran. “Biar hanya guru kontrak agar supaya ada pembelajaran disana”, harap dia.

Politisi PKPI itu meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sigi harus bisa menyentuh wilayah-wilayah terpencil. “Harus fokus ke daerah terpencil karena sumber daya alam ada disana”, tegasnya.

“Jika sumberdaya alam di kelola dengan baik, masyarakatnya akan sejahtera semua”, lanjut dia.

Dirinya juga mengatakan bahwa ada dusun-dusun yang jauh dari desa induknya sehingga harus butuh perhatian khusus. “Ada satu dusun dekat dengan Sungai Surumana, Dusun Likumariada”, katanya.

Kata Eben, Likumariada adalah salah satu Dusun yang menjadi bagian dari Desa Wugaga. Masyarakat disana jarang ke Sigi lebih banyak ke Donggala naik rakit menyusuri sungai Surumana.

Selain itu, kata dia ada Ulu Valamate salah satu Dusun yang menjadi bagian dari Desa Dombu tetapi aksesnya lebih dekat ke Donggala daripada ke Desa induknya.

“Selain Likumariada, ada Ulu Valate sudah dekat Donggala. Saya berharap kedepan Pemerintah Kabupaten Sigi memperhatikan daerah-daerah terpencil”, tambah dia.

Ia juga mengatakan selama lima tahun terakhir pembangunan jalan menuju kantong-kantong produksi lebih banyak menggunakan dana desa.

Reporter: Arman Seli

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan