PARIMO – Celebesta.com, Timbunan pekerjaan pelebaran jalan PT Tunggal Mandiri Jaya di Pangas, akibatkan lampu mati, sehingga tiga kecamatan yakni kecamatan Palasa, Tinombo, dan Sidoan di Kabupaten Parigi Moutong mengalami pemadaman listrik.
“Infonya pekerja dari PT Tunggal Mandiri Jaya, minggu kedua atau pertama di bulan April kita sudah komunikasikan supaya hati-hati dalam pekerjaan pelebaran jalan agar tidak kena intalasi listrik PLN dan juga dari Telkom,” kata Manajer ULP Kotaraya, Fernando Martua Agustinus, saat ditemui di pangas, Senin (27/04/2020).
“Kemarin juga ada sempat beberapa gangguan, ada beberapa kali mati lampu, kita cari-cari ternyata gangguan sumbernya di Pangas,” lanjutnya.
Agustinus mengatakan, sudah menyurat dan menginformasikan kepada PT Tunggal Mandiri Jaya supaya hati-hati dalam pekerjaan pelebaran jalan tapi belum dikerjakan.
Menurutnya, jelas timbunan bukan akibat longsor tapi pekerjaan jalan bisa dilihat dari timbunan yang ada.
“Ini tiang tingginya 13 meter bayangkan timbunannya bisa sampai ke kabel, sementara kabel yang menyuplai ke Palasa, Tinombo, dan Sidoan itu di Pangas ini, sama dengan tulang punggungnya,” terangnya.
“Jadi Kotaraya dan Tomini suplainya lewat dari sini, karena kabel terhalang puing-puing, akibat terhalang puing-puing otomatis listriknya tidak bisa di suplai kearah Palasa, Tinombo dan Sidoan,” imbuhnya.
Sejak pagi kata Agustinus, sudah mengingatkan untuk timbunan diperhatikan, tapi yang baru dibersihkan disebelahnya atau setengah jalur, namun di tiang listrik yang tertimbun belum dibersihkan, padahal masyarakat juga menunggu untuk pelayanan.
“Dari pihak pekerja sudah dihubungi berhari-hari, sempat janjikan mau dibersihkan tapi belum ada realisasi, sudah ada gangguan begini baru dibersihkan itupun nanti diberitahu lagi,” ujarnya.
Padahal ungkap Agustinus, sudah menyurat dari tanggal 22 April kepada PT Tunggal Mandiri Jaya, sudah melakukan komunikasi sejak jauh hari agar ada perhatian untuk pengawasan.
“Timbunan sudah hampir 2 Minggu, bahkan kabel sudah bisa di injak-injak dari atas timbunan, kita sudah menghimbau kepada mereka supaya lebih hati-hati untuk bekerja sebagai kepentingan umum,” tuturnya.
Senada dengan itu, Supervisor Jaringan ULP Kotaraya, Nober menjelaskan, resikonya bisa sampai 70 persen bahkan 80 persen bisa mengakibatkan mati lampu.
“Kabel juga tadi siang terlihat di puntir, dua kabel digabung jadi satu, biar darimana pun masuknya tegangan tetap akan mati lampu sampe mengakibatkan sistemnya kita di Kotaraya mati semua atau blackout,” jelasnya.
“Tadi dua vas kabel disini di puntir atau kabel digabung itukan tidak boleh, sehingga terjadi ledakan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, pelakunya belum di ketahui, sebab jalan di Pangas buka tutup, sehingga belum bisa dipastikan siapa yang melakukan penggabungan kabel.
“Hanya fotonya ada di dapat dari teman-teman petugas PLN yang menelusuri gangguan tadi, didapat kabel semacam di puntir,” ungkapnya.
“Kalau istilahnya kita di PLN itu pasa S dan pasa T itu menyatuh, maka saat dimasukan PMT dari PLN Palasa, maka terjadi ledakan sehingga koslet,” pungkasnya.
Ia menambahkan, resikonya belum dinyalakan lampu karena dekat sekali orang yang lalu lalang di Pangas.
“Tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia kalau ada yang tersetrum, kami tidak mau ambil resiko menyalakan lampu sebelum di gusur timbunan agar kabel tidak bisa dijangkau manusia sebab tegangannya 20.000 volt,” tandasnya. (TAL)






Komentar