SIGI – Celebesta.com, Di tepi Sungai Miu Seputaran Desa Omu dan Tuva, Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi, Yania, Ibunda Hengki duduk meratapi sungai berharap anaknya akan kembali.
Usia senja dan sesekali matanya berkaca ketika menceritakan sosok Hengki, ia dan beberapa orang kerabatnya sejak pagi berada di sungai Miu
Kini tiada lagi anak pertamanya, dari lubuk hati seorang ibu do’a selalu dipanjatkan dan di setiap hembusan nafas berharap Hengki akan ditemukan.
Air Sungai mencapai dada orang dewasa itu menjadi jalan Hengki menuju sang Pencipta, Ia tidak lagi muncul dipermukaan.
“Beberapa hari sebelumnya saya merasa ada tanda-tanda pada diri saya”, kata Yania kepada Celebesta.com, Senin (27/04/2020).
“Saya tidak bisa makan, saya merasa geliasa”, ucap dia dengan nada sedih.

Hengki anak pertama pasangan Neta dan Yania itu pergi tanpa jejak.
Menurut Yania, Loya salah seorang adik dari Hengki sudah melarang korban tetapi ia memaksakan diri untuk menyeberang sungai.
Tidak lama berselang Loya yang berada di tepi sungai melihat ada sekilas lelaki dewasa yang ia lihat hanyut di tepi sungai itu. Kisah Yania berdasarkan informasi yang diberikan oleh Loya anak lelakinya.
Selain sebagai Peladang Tradisional di Pegunungan Kondo, Hengki juga seorang pembuat gula aren.
Lanjut Yania, tujuan anaknya menyeberang sungai pergi ketempat membuat gula aren.
Perempuan tua itu, sangat menyesali kejadian ini. Walaupun demikian ia tetap memohon agar anaknya bisa ditemukan. (AS)






Komentar