Ad Banner

Miftahul Afdal adalah Mahasiswa Sosiologi Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah (Foto: Koleksi Pribadi).

Momasoro Dalam Tradisi Suku Lauje

 |   |  785 Views

Oleh: Miftahul Afdal*

Momasoro merupakan pesta ada yang dilaksanakan suku lauje setiap tahun. Momasoro adalah pelepasan perahu, dimana, hasil bumi dari para petani suku lauje diberikan sebagai bentuk terimakasih suku lauje kepada sang pencipta yang telah memberikan kesuburan dan penghidupan terhadap tumbuhan dan hewan.

Momasoro dilaksanakan selama tiga hari tiga malam dari empat tempat yang berbeda, tempat pertama di Ambanuayo “Tempat Pembukaan Adat”,

Tempat kedua Mambabalal “tempat pertemuan air” tempat ketiga pongolingpangtang “tempat pertemuan air besar” tempat keempat Bambasiang “tempat tersebarnya air”, selama 12 hari Pelaksanaan mamasoro dilakukan.

Dalam pelaksanaan pesta adat, ada aturan yang mesti dipatuhi oleh masyarakat setempat yaitu ketika pelaksanaan masyarakat tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas seperti menebang kayu atau menggali tanah apabila dilarang, maka akan dikenakan sanksi adat suku lauje “sala mpale” tindakan yang dilarang dengan denda 300.000

Olehnya pelaksanaan pesta adat ini penting untuk menjaga kearifan lokal, bahwa adat itu telah ada semenjak manusia dilahirkan begitulah adat lahir dalam ruang sosial, karena pada dasarnya adat memiliki peranan penting dalam hidup bermasyarakat.

*Pegiat Budaya dan Mahasiswa Sosiologi Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *