oleh

PKBM Khatulistiwa Penyambung Pendidikan Bagi Perempuan di Sintulu

Oleh: Dewi Aminur

Sintulu, sebuah dusun di Desa Lumbumamara, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah.

Sebagai orang sintulu, saya bangga lahir dan tumbuh besar di kampung ini. Kaya bukan hanya soal harta tetapi kesadaran menuntut ilmu bagian dari kekayaan.

Sebagai pengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Khatulistiwa saya memiliki cita-cita besar untuk Sintulu, Maju dan kualitas pendidikan yang baik.

Mengajar PKBM Khatulistiwa seperti jalan pulang bagiku untuk mengabdi di tanah kelahiran tercinta.

Saat ini ada 35 rombongan belajar (Rombel) yang terdaftar di kelas Sintulu. Antusias warga belajar membuat saya termotivasi.

Pada dasarnya saya juga banyak belajar dari proses ini, belajar memahami dan mengamati.

Beberapa orang peserta belajar memberikan tanggapan dengan adanya PKBM Khatulistiwa sebagai wadah dalam menuntut ilmu di kampung ini.

Seperti yang diungkapkan Minawati, peserta didik yang terdaftar di PKBM Khatulistiwa mengatakan dalam bahasa Kaili unde

“Nasikuru Ntoto Naghia PKBM nesua gi Kampu ta boi, ngana pangane na putu Sikola najadi nosikoa mpanjili, apa ijasana Simbayu aga ante ijasah sikola formal Alhamdulillah ntoto mo,” kata dia.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia Minawati mengatakan Dirinya bersyukur dengan Adanya PKBM masuk di kampung itu. Menurutnya anak-anak putus sekolah bisa sekolah kembali karena ijazahnya sama saja dengan sekolah formal

Melihat semangat dan senyum Mereka dalam belajar menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku.

Kehadiran PKBM Khatulistiwa itu bisa menjawab pertanyaan yang berkembang di Sintulu selama ini. Misalnya, sekolah tinggi mau jadi apa ? Buat apa Lagi cari ijasah ?

Karena peserta belajar lebih banyak perempuan maka saya menjelaskan dari sudut pandang perempuan.

Perempuan butuh ilmu sebab perempuan kelak menjadi seorang ibu, ia akan menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya.

Tulisan ini mungkin tidak begitu bagus dibaca karena saya dalam proses belajar tetapi tidak akan hebat seseorang jika tidak mengasah kemampuannya secara terus-menerus.

Penulis adalah Tutor di PKBM Khatulistiwa

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan