oleh

Pemkab Sigi Tolak Tambang di Wilayah Adat Kalora

SIGI-Celebesta.com, Usai menerima massa aksi yang tergabung dalam Front Kamalisi Menggugat, Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi mengatakan menolak keras tambang Galian C yang ada di Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi.

“Kewenangan pertambangan galian c itu di provinsi namun kami sangat berharap Pemerintah Provinsi berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten beri ruang kami untuk memberi pertimbangan teknis,” ungkap Wakil Bupati Sigi kepada Celebesta.com, Senin (10/02/2025).

Menurut Samuel jika berdasarkan by sistem tidak sesuai dengan fakta-fakta lapangan, Harusnya ada satu surat yang dikeluarkan oleh pemerintah Sigi baru mereka bisa melanjutkan proses perizinan.

“Sepanjang belum ada itu, tidak boleh diproses karena protap dari pemerintah kabupaten bahwa vertek itu sudah jelas, Kedua kami akan undang yang bersangkutan dimana lokasi yang dituju. Misalnya kalau di Kalora kita undang camat, Tokoh masyarakat dan lainnya” ungkap Samuel.

Masih kata Wakil Bupati Sigi jika diadakan pertemuan masih Deadlock maka pemerintah kabupaten akan turun lapangan.

“Kami di Sigi sebenarnya punya pagar besar untuk tambang dengan program Sigi Hijau karena kami memang hidup dari kawasan pertanian dan pariwisata, kami ingin masyarakat hidup berkelanjutan” sambung Samuel.

Politisi Partai PDI-P itu menambahkan bahwa pemerintah tidak mau mewariskan air mata kepada masyarakat kabupaten Sigi.

“Kami tidak ingin mewariskan air mata kepada anak cucu kami tetapi kami ingin mewariskan mereka mata air,” terang Samuel.

Menanggapi pelaporan 15 Masyarakat adat Kalora oleh salah satu perusahaan tambang galian c dirinya mengatakan akan berkoordinasi dengan Polres Sigi.

“Ini kasus hukum tetapi karena ini masyarakat kami maka ada tindakan-tindakan kemanusiaan yang dilakukan dengan cara beraudiens dan bersurat tetapi terlebih dahulu kami menunggu surat resmi dari AMAN Kamalisi sehingga itu yang menjadi dasar kita,” sambung Samuel

Dirinya mengatakan bahwa kita berjuang dengan cara yang berbeda-beda tetapi tujuannya sama untuk kehidupan dan penghidupan.

“Saya mengapresiasi karena masyarakat adat Kamalisi datang dengan damai,tidak anarkis hal itu bagus harus dipertahankan dan ini adat istiadat kita di Sigi.

Kemudian juga secara tegas wakil bupati Sigi menolak tambang galian c yang ada di Wilayah adat Kalora. (AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan