PALU-Celebesta.com, Sejumlah organisasi masyarakat sipil, seperti SKP HAM Sulteng, AJI Palu, Solidaritas Perempuan, Himasos Untad dan beberapa lainnya terlibat dalam Bedah Buku berjudul mencintai Munir. Bertempat di Warung Kopi Tanaris, Kota Palu, Minggu (17/09/2023).
Dalam bedah buku itu dihadiri Suciawati, istri Munir yang juga sebagai Penulis buku tersebut.
Kemudian Nurlela Lamasitudju, Direktur SKP HAM Sulawesi Tengah juga sebagai penanggap dalam diskusi tersebut.
Menurut Ela Sapaannya sejauh membaca buku tersebut Pengantarnya sangat menarik.
“Semoga ketebalan buku ini tidak membuat kita jenuh membaca,” demikian Kalimat dalam pengantar buku itu, kata Ela.
Jasadnya yang tidak ada tetapi sesungguhnya Munir tidak mati.
“Buku ini sama seperti judulnya dia bicara tentang cinta bukan hanya cinta Mbak suci tetapi cinta Munir terhadap istri, anak-anak nya dan negeri ini kemudian Cinta dari sudut pandang perjuangan ,” ungkap Ela
Sambung Ela, Cinta itu juga mengantarkan kita kepada fakta-fakta, bagaimana cinta Munir dalam rumah yang setara. Kemudian Munir pernah mengatakan Resiko tertinggi dalam kehidupan adalah mati.
Sementara itu, Anom Wangsa, Mahasiswa Unismuh Palu Peserta Bedah Buku kepada celebesta.com mengatakan bahwa buku tersebut berisi perjalanan Munir dan Suciwati.
“Buku Mencintai Munir merupakan rekaman tentang jalan hidup Suciwati bersama Munir,” kata Anom
“Hingga perjuangan Suciwati dalam menguak tabir pembunuhan suaminya serta perjuangan penegakan HAM,” terang Anom
Menurut Anom ada kalimat menarik dalam bedah buku ini.
“Mencintai Munir adalah mencintai kemanusiaan,” ungkap Anom (AS)






Komentar