Celebesta.com – MAMUJU, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) cabut 5 (lima) izin konsesi Kawasan hutan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berdasarkan SK Nomor: 01/Menlhk/Setjen/Kum.1/1/2022 tanggal 5 Januari 2022 tentang Pencabutan Izin Konsesi Kawasan Hutan beberapa waktu yang lalu dibacakan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.
Pertama, SK. 532/Menhut- II/2009 atas nama pemegang izin PT. Rante Mario seluas 84.040 hektar. Kedua, SK. 110/Menhut-II/2014 atas nama pemegang izin PT. Bara Indoco seluas 27.370 hektar. Ketiga, SK. 931/Menhut-II/2013 atas nama PT. Bio Energy Indoco seluas 9.640 hektar.
Keempat, SK. 697/Menhut-II/2010 atas nama PT. Amal Nusantara seluas 10.600 hektar, dan Kelima, SK. 99/KPTS-II/1996 atas nama PT. Letawa (I); (II) seluas 15.502 hektar. Dengan demikian total luas izin konsesi Kawasan hutan di Sulbar dicabut oleh KLHK mencapai 147.152 hektar.
Sementara itu, secara keseluruhan izin konsesi Kawasan hutan di Indonesia yang dicabut oleh KLHK mencapai 192 izin dengan luas 3.126.439 hektar. Izin-izin tersebut dicabut karena tidak aktif, tidak membuat rencana kerja dan diterlantarkan.
Menurut Presiden Joko Widodo melalui keterangan pers yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden mengatakan bahwa pemerintah terus melakukan pembenahan-pembenahan dengan memberikan kemudahan izin usaha yang transparan dan akuntabel.
“Tetapi izin-izin yang disalahgunakan pasti akan kami cabut,” tegas Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (6/1/22).
Lanjut Jokowi, kita harus memegang amanat konstitusi bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pemerintah akan memberikan kesempatan pemerataan pemanfaatan aset bagi kelompok-kelompok masyarakat dan organisasi-organisasi sosial keagamaan yang produktif, termasuk kelompok petani, pesantren dan bisa bermitra dengan perusahaan yang kredibel dan berpengalaman.
“Indonesia terbuka bagi investor yang kredibel yang memiliki rekam jejak dan reputasi yang baik serta memiliki komitmen untuk ikut mensejahterakan rakyat dan menjaga kelestarian alam,” tutup Presiden Jokowi. (*/mk)






Komentar