Celebesta.com – PALU, Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR) Sulawesi Tengah, menilai terkait persoalan sampah yang dihadapi Pemerintah Daerah Kota Palu karena kurangnya inovasi dalam pengelolaan sampah.
Hal itu disampaikan dalam diskusi terkait peran masyarakat sipil dalam penanganan sampah di Kota Palu, bertempat di Ruang Coffe, Jalan Balai Kota Timur, Kelurahan Tanamondindi, Kecamatan Mantikukore, Kamis (13/1).
Kegiatan itu, dihadiri oleh Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Himpunan Kesehatan Lingkungan (Hakli) Sulteng, Yayasan Sikola Mombine, Navoe Bank, Siangle Indonesia Kota Palu, Lingkar Hijau Palu, Perkumpulan Evergreen Indonesia, Walhi Sulteng dan Walhi Nasional serta undangan lainya baik langsung maupun virtual.
Dalam paparannya, Manager Advokasi YPR Novilyana Onora mengatakan, permasalahan terkait sampah yang dihadapi Pemerintah Kota Palu karena beberapa faktor. Seperti, kurangnya kendaraan operasional pengangkut sampah, jika dibandingkan dengan jumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersedia.
Minimnya pengetahuan masyarakat terkait pengolahan sampah. Sinergitas antar instansi pemerintah terkait pengolahan sampah, dan manajemen pengolahan data.
“Selain itu masih minimnya kolaborasi antara Pemda dan organisasi masyarakat sipil, dan kurangnya inovasi dalam pengolahan sampah,” Jelas Novilyana Onora dalam keterangan tertulis diterima Celebesta.com, Jumat, (14/01/2022).
“Permasalahan lainnya yakni perilaku masyarakat masih membuang sampah di sekitaran bak sampah, bukan di baknya. Sehingga, hal itu menambah waktu dan tenaga dalam mengangkut sampah tersebut,” Ungkap Novi Sapaan Akrabnya.
Novi juga mengatakan bahwa selain itu, masyarakat membuang sampah tidak pada waktu ditentukan oleh Pemerintah Kota Palu.
“Terkadang masyarakat tidak memilah sampah, atau belum menerapkan 3R atau mendaur ulang, mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dan menggunakan kembali sampah yang dapat digunakan,” sebutnya.
Menurut Novi, untuk menyelesaikan persoalan tersebut, ada letak strategis YPR dalam aspek kontribusi dan peluang kolaborasi dengan mengembangkan pendidikan alternatif dan kegiatan penyadaran masyarakat, untuk memberikan pengetahuan terkait pentingnya peran masyarakat agar dapat mengelola sampah dengan baik.
“Dengan sharing pengetahuan inovatif dan informatif, melalui pendidikan alternatif seperti berdiskusi, FGD, dan melalui praktek sederhana,” pungkas Alumni Universitas Tadulako itu. (Jum/AS)






Komentar