oleh

Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga di SSB Tunas Kaili

Celebesta.com – PALU, Pelatihan Penanganan Cedera olahraga melalui  metode price, sport massage, pemasangan Kinesio Taiping pada atlet dan pelatih Sekolah Sepok Bola (SSB) Tunas Kaili di Kota Palu.

Pelatihan itu dilakukan oleh Dr. Addriana Bulu Baan, M.Pd, Dr. Hendriana Sri Rejeki, S.Or., M.Pd, Marhadi, S.Si., M.Pd, dan Delvi Kristanti Liloi, S.Pd., M.Pd dengan biaya Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Fakultas Pascasarjana, PSDKU Tojo Una-Una, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Tadulako. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Tadulako Nomor: 3014/UN28/KP/2021 Tanggal 23 April 2021.

Adapun Peserta kegiatan berjumlah 25 orang peserta dengan latar belakang pelatih dan atlet sepakbola SSB Tunas Kaili Kota Palu dan lokasi penyelenggaraan pelatihan di Lapangan Nunu Kota Palu.

Marhadi, Akademisi Universitas Tadulako yang terlibat dalam kegiatan ini mengatakan bahwa Fenomena lain yang terjadi di beberapa Club adalah banyaknya Atlet yang tidak tahu jenis cederanya, penanganan dan perawatannya sehingga meraka hanya bisa bermain terus tanpa menghiraukan akibatnya.

“Jika dibiarkan terus menerus maka akan berakibat fatal dan karir menjadi atlet sepak bola profesional akan berhenti. Pelatih juga tidak tahu mau dilakukan tindakan apa jika atletnya cedera, hanya menunggu atletnya sembuh baru memainkannya disetiap permainannya,” tulis dia dalam rilisnya Kepada Celebesta.com, Selasa (28/12/2021).

“Pada Atlet sepak bola usia dini sangat rentan dengan cedera mengingat beban latihan yang diberikan terlalu berat dan tidak diimbangi recovery yang cukup,” sambung dia.

Walaupun demikian, Kata Marhadi, secara keseluruhan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan ini selain diukur dari keempat komponen di atas, juga dapat dilihat dari kepuasan peserta setelah mengikuti kegiatan.

“Setelah kegiatan pendampingan dapat disimpulkan 16% (4 orang) dari jumlah peserta yang ikut pelatihan bisa atau mampu menjadi masseur (pemijat) yang handal, sebanyak 72% (18 orang) mampu melakukan tindakan pertama dan lanjutan pada cedera, baik secara mandiri ataupun berkelompok serta mampu memasang kinesio taping dengan benar, sedangkan sisanya sebesar 12% (3 orang) masih banyak melakukan kesalahan dan kurang telitinya dalam tindakan,” jelasnya. (AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan