oleh

Yayasan Pusaka: Perlunya Keterlibatan Masyarakat Adat dalam Proses Penyusunan Raperda MHA

Celebesta.com – SORONG SELATAN, Yayasan Pusaka Bentala Rakyat dan Relawan Pemuda Tolak Sawit dan Peduli Lingkungan Sosial, gelar Dialog Kebijakan bertema “Kebijakan Pengakuan, Perlindungan dan Penghormatan Keberadaan dan Hak-hak Masyarakat Adat di Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Provinsi Papua Barat, (08/11/2021).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan masyarakat adat dari Distrik Saifi, Seremuk, Teminabuan, Wayer, Moswaren, Konda, Kais, Kais Darat dan Inanwatan, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Sorsel, DPMA Knasaimos, DAP Sorsel, LPHD Sira-Mangroholo, LMA Sorong, AMAN Sorong Raya, Samdhana Institute, Greenpeace Indonesia, Bentara Papua, Econusa, PBHKP, PMKRI, GMKI, GAMKI, GMNI dan Relawan Pemuda.

Sebelumnya Mei 2021 silam, Bupati Sorong Selatan mencabut izin-izin usaha perkebunan kelapa sawit berlokasi di Distrik Konda, Teminabuan, Moswaren, Saifi dan Seremuk. Masyarakat adat di dalam dan sekitar daerah eks izin usaha tersebut menuntut pemerintah mengembalikan dan mengakui hak dan klaim masyarakat adat sebagai pemilik dan penguasa tanah dan hutan adat.

Masyarakat adat hendak mengelola dan memanfaatkan lahan dan hasil hutan di wilayah adat berdasarkan inovasi pengetahuan adat setempat, mandiri, adil dan lestari.

Aspirasi tersebut disampaikan peserta kegiatan Dialog Kebijakan yang berlangsung di Gedung Putih Trinati, Kota Teminabuan, Sorong Selatan berlangsung pada 8-9 November 2021.

Sopice Sawor, tokoh perempuan adat dari Distrik Konda mengatakan, saat ini kami masyarakat adat Sub Suku Afsya dan Nakna di Distrik Konda sudah duduk dan sedang membuat peta tanah dan hutan adat.

“Peta tempat-tempat penting, yang kami minta pemerintah akui dan lindungi hak masyarakat adat,” kata tokoh perempuan adat dari Distrik Konda, Sopice Sawor melalui keterangan tertulis diterima Celebesta.com, Senin (15/11/2021).

Baca Juga: Bupati Sorong Serahkan SK Pengakuan Hak Gelek Malak Kalawilis Pasa, Suku Moi

Peserta menekankan perlunya keterlibatan masyarakat adat seluas-luasnya dalam proses pembahasan rancangan peraturan daerah. Peserta mengusulkan substansi pengaturan mencakup dan memuat hak-hak masyarakat adat, yaitu hak untuk menguasai dan memiliki, mengelola dan memanfaatkan tanah adat, hutan, dan kekayaan alam lainnya.

Hak menyelenggarakan kelembagaan adat, hukum adat dan peradilan adat, hak untuk melindungi dan melestarikan adat istiadat, bahasa, pendidikan adat, tempat sakral dan kepercayaan, serta hak untuk menentukan pembangunan.

Selanjutnya hak bebas untuk dipilih sebagai wakil rakyat, menentukan dan memilih wakil rakyat, hak perempuan adat, hak untuk mendapatkan dan melakukan perlindungan lingkungan yang sehat, hak mendapatkan pemulihan atas pelanggaran hak-hak masyarakat adat, dan hak masyarakat adat untuk bebas berkumpul dan berpendapat.

Menanggapi peserta dialog kebijakan tersebut, Direktur Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Franky Samperante mengatakan bahwa pengakuan, perlindungan dan penghormatan keberadaan hak-hak masyarakat adat merupakan hak konstitusional yang harus dipenuhi negara.

“Kebijakan pengakuan, perlindungan dan penghormatan keberadaan dan hak-hak masyarakat adat merupakan hak konstitusional masyarakat adat, yang harus dipenuhi negara,” jelas Franky Samperante.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut, hadir Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Sorong Selatan, Theodorus H. Thesia, SH., MH dan Sekretaris DPRD Sorong Selatan, Yoseph Bless, SH., MH mengatakan bahwa pemerintah daerah menerima usulan dan mendukung aspirasi masyarakat adat di Kabupaten Sorong Selatan.

Saat ini, Bapemperda DPRD Kabupaten Sorong Selatan telah menetapkan Raperda pengakuan dan perlidungan hak masyarakat adat sebagai salah satu program legislasi tahun 2021.

“DPRD Kabupaten Sorong Selatan telah melakukan sidang pleno mendiskusikan Rancangan Perda tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat Sorong Selatan, namun masih diperlukan pembobotan dan masukkan materi Rancangan Perda,” ungkap Theodorus H. Thesia. (FYL)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan