Celebesta.com – SIGI, Puluhan anak-anak terlihat di halaman Sekolah Alam Dongi-Dongi. Mereka adalah siswa di Sekolah Alternatif bagi anak-anak Dusun IV, Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Kurang lebih 60 orang anak menjadi peserta belajar di tempat itu dengan beragam usia.
Diantara anak-anak terlihat sosok muda yang energik, Stenly Gilbert, ia adalah pendiri sekaligus Pengajar di Sekolah Alam Dongi-Dongi. Dirinya mengatakan bahwa awalnya mendirikan sekolah non formal itu karena kecintaannya terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati.
Sebagaimana diketahui, Dongi-Dongi berada di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) tentu dibutuhkan keterlibatan masyarakat sekitar untuk menjaga hutan.
“Proses pembelajaran sejak 2015 kemudian di 2019, mengurus akta dalam bentuk Yayasan Sekolah Alam Dongi-Dongi,” kata Stenly Gilbert saat ditemui Celebesta.com, Selasa (5/10/2021).
Baca Juga: Untad akan Gelar Wisuda Offline untuk Pertama Kalinya di Tengah Pandemi
“Ini tidak terlepas dari dukungan orang tua siswa dan masyarakat Desa Tongoa, Dusun IV. Semoga ini menjadi berkat untuk kita semua,” sambungnya.
Sementara itu, Mentari salah seorang Peserta Didik Sekolah Alam Dongi-Dongi kepada media ini mengatakan bahwa dirinya belajar banyak hal di tempat tersebut.
“Disini kami belajar menanam, kemudian pergi ke kebun, belajar matematika, bahasa Inggris, bikin pupuk dari sampah,” tutup Mentari. (AS)






Komentar