Celebesta.com – PALU, Pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memprotes Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang diterapkan Pemerintah Kota Palu. Protes ini disampaikan langsung dihadapan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, Kamis (5/8/2021) di ruang kerjanya.
Mereka umumnya mengeluhkan saat ini kehilangan sumber pendapatan sejak PPKM diterapkan seminggu terakhir. Para pedagang pun langsung meminta kebijakan Wali Kota agar memberi kelonggaran untuk kembali menggelar dagangannya.
Menanggapi keluhan itu, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menegaskan, kebijakan PPKM sebenarnya adalah instruksi pemerintah pusat. Wali Kota juga mengaku sebenarnya tidak ingin melakukan hal tersebut.
“Lillahi ta’ala kebijakan sanksi itu sebenarnya hanya sekedar untuk mendisiplinkan masyarakat,” kata Hadianto Rasyid.
Terkait permintaan pedagang untuk diberi kelonggaran, Hadianto mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan pemerintah, dengan catatan para pedagang disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) saat menggelar dagangannya.
“Jika pedagang bisa berkomitmen melaksanakan hal itu, maka kelonggaran bisa diberikan mulai tanggal 10 Agustus 2021. Kelonggaran belum dapat dilakukan saat ini karena edaran pengetatan PPKM sudah terlanjur diterbitkan hingga tanggal 9 Agustus 2021,” ungkapnya.
Wali Kota menyebut, secara pribadi ia sangat prihatin dengan pembatasan itu. Di satu sisi, pemeritah daerah harus tetap berusaha keras untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Namun di sisi lain, pemerintah daerah tidak melaksanakan PPKM, maka akan ada sanksi yang diberikan kepada kepala daerah oleh pemerintah pusat.
lanjut Wali Kota, saat ini pemerintah dan masyarakat harus bersinergi agar Kota Palu bisa segera keluar dari zona PPKM level 4 dengan cara mematuhi seluruh Prokes.
“Sekarang waktunya kita saling menggugah, mau sampai kapan kita menerapkan pengetatan ini. Yang penting komiu (kamu) atur pembelinya komiu, Insya Allah saya beri kelonggaran untuk berjualan,” harapnya.
Menanggapi arahan Wali Kota, para pedagang mengaku melaksanakan hal itu. Pedagang juga berkomitmen akan meneruskan arahan pak Wali Kota kepada seluruh pedagang di hutan kota yang berjumlah 120 pedagang.
“Nanti saya yang bajalan pak kasi tau sama yang lain,” cetus Fahri, seorang pedagang yang hadir.
Kedatangan para pedagang ini dipimpin Bhabinkamtibmas setempat, Muhammad yang juga Ketua RT di kompleks hutan kota. (Jum)






Komentar