Celebesta.com – PALU, Rencana kehadiran Alfamart di Kota Palu mendapat sorotan dari Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu. Pasalnya rencana kehadiran Alfamart tersebut menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
Rizal Dg Sewang, Wakil Ketua II DPRD Kota Palu menyarankan, harus dilakukan riset terlebih dahulu dengan adanya Alfamart, apakah berdampak pada pedagang-pedagang kecil atau tidak.
“Sekarang Alfamidi jumlahnya sudah cukup banyak, secara kasat mata kita melihat pedagang kecil yang berada disekitarnya sangat berdampak dan pengusaha khusus kios-kios kecil itu terganggu dengan adanya Alfamidi,” kata Wakil Ketua DPRD, Selasa (3/8/2021).
Rizal mengatakan, harus dilakukan kesepakatan kepada Alfamart agar tidak dilakukan pembangunan Alfamart di Kota Palu, karena dengan adanya Alfamidi sudah cukup membingungkan masyarakat
“Sekarang Alfamidi misalnya kontraknya sekian puluh tahun, sekarang saya berfikir malah kalau memang Alfamidi sudah ada MoU-nya maka pemerintah harus memperbaharui MoU dengan cara mendahulukan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Lanjutnya, jika pemerintah memberikan peluang kepada Alfamart untuk masuk di Kota Palu, maka itu akan mengancam pedagang kecil
“Saya secara pribadi bukan sebagai Wakil Ketua DPRD sangat prihatin terhadap pedagang kecil jika Alfamart masuk di Kota Palu, karena saya sangat yakin pasti kios-kios kecil akan gulung tukar,” ungkapnya.
Menurutnya untuk menutupi pedagang-pedagang kecil yang akan gulung tikar, pemerintah harus mendorong hadirnya kelompok usaha usaha mandiri yang nantinya menyuplai ke Alfamidi.
“Seperti di Kota Padang yang namanya itu Padang Mart, mereka itu mengatakan silahkan dibuat akan tetapi nanti dari setiap kelurahan yang ada itu, dibuat kelompok usaha. Mislanya keripik, kacang telur di kemas dalam kemasan yang sangat bagus dan rapi,” katanya.
“Keripik yang ada di Padang Mart itu akan diambil dari usaha kelompok. Sehingga masyarakat hidup dan marketnya ada sehingga jelas yang buat masyarakat di bawah ke Padang Mart sebagai medianya dan dibeli lagi sama masyarakat, dari masyarakat kembali lagi kemasyarakat,” imbuhnya. (Jum)






Komentar