Celebesta.com – DONGGALA, Ratusan massa aksi berunjuk rasa dan memblokade ruas jalan di Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.
Berselang beberapa jam aksi berlansung, ratusan aparat gabungan dari TNI/Polri mendatangi demonstran. Berdasarkan pantauan media ini bahwa aksi membuat arus lalu lintas di ruas Jalan Trans Palu-Pantai Barat terhambat.
Selain warga Desa Marana yang melakukan demonstrasi, adapula warga Desa Kavaya dan Toaya di ruas jalan itu.
Lutfin Yohan, Kepala Desa Marana usai menggelar aksi mengatakan kepada sejumlah awak media dirinya mendesak Bupati Kasman Lassa turun dari Jabatannya. “Kami mendesak Bupati Donggala turun dari jabatannya karena menahan Anggaran ADD,” kata Kades Marana, Senin (28/6/2021).
“Sebelas bulan ini, Desa Marana tidak menerima DD dan ADD,” sambung dia.
Kemudian Kades Marana juga mendesak menangkap pejabat sementara Kades Marana. “Tangkap Pj. Kades Marana karena sampai saat ini anggaran sekitar Rp. 416 Juta tidak ada kejelasan,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Lutfin, bahwa hal ini sudah dilaporkan ke penegak hukum tetapi belum juga ada kejelasan. “Jika tidak direspon maka akan ada aksi selanjutnya,” terangnya.
Dalam sesi wawancara yang dilakukan oleh awak media yang tergabung dalam Serikat Pewarta Progresif, warga Desa Kavaya yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa kebijakan Bupati Donggala tidak berpihak kepada Masyarakat.
“Bupati tidak Pancasilais, seharusnya kebijakannya berpihak kepada rakyat,” ungkap dia.
Lebih lanjut, warga Desa Toaya yang mengikuti sesi wawancara tersebut mengatakan sejumlah Tenaga Kesehatan dan Guru di desanya dipindah tanpa alasan yang jelas.
“Tenaga kesehatan dimutasi, begitupun Tenaga Pendidik menjadi korban kebijakan Bupati Kasman Lassa,” kata warga Toaya yang tidak menyebutkan namanya itu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari Kasman Lassa, Bupati Donggala terkait dengan unjuk rasa yang dilakukan oleh warga di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. (AS)






Komentar