oleh

Wabup Donggala, Apresiasi Program Rehabilitasi Mangrove Kemendes PDTT

Celebesta.com – DONGGALA, Wakil Bupati Donggala Moh Yasin, memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap program rehabilitasi mangrove oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui kegiatan vokasi  pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove  di wilayah Kabupaten Donggala.

Hal itu diungkapkan Yasin saat menerima kunjungan tim Direktorat Penyerasian Pemanfaatan SDA dan Lingkungan, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kamis (24/6/2021) diruang kerjanya.

Menurut Yasin, Donggala merupakan daerah kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang memiliki wilayah pesisir yang cukup luas. Olehnya kegiatan rehabilitasi mangrove ini akan memberikan manfaat besar bagi daerah dan masyarakat Donggala.

“Selain manfaat untuk kelestarian lingkungan hidup dan sumberdaya alam, juga merupakan upaya mitigasi bencana dan perubahan iklim, terutama karena wilayah Donggala berada di daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami,” jelas Moh. Yasin.

Mewakili Tim Kemendes PDTT, Heldo Marta menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam menjaga ekosistem mangrove, memulihkan ekosistem mangrove, serta bagian dari mitigasi terhadap ancaman bencana.

“Kegiatan vokasi dengan kegiatan pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memulihkan, menjaga, dan melestarikan mangrove, agar kegiatan rehabilitasi mangrove yang menjadi program pemerintah bisa tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut Heldo menjelaskan, saat ini di Sulteng mereka melaksanakan di dua kabupaten yakni Donggala dan Tojo Una-Una dengan luasan kabupaten Donggala 80 hektar sementara Tojo Una-Una 30 hektar.

Heldo mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan program di wilayahnya. Kegiatan ini didahului dengan pelatihan tekhnis tentang mangrove, dari identifikasi, pembibitan, penanaman hingga pemeliharaan dengan metode ceramah dan praktek lapangan dari tanggal 23 hingga 28 Juni.

Sementara itu pegiat Mangrove di Sulteng, Edy Wicaksono turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi mangrove itu. Ia berharap melalui kegiatan ini masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan dalam melakukan pemulihan dan perlindungan ekosistem mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan hidup, keberlanjutan sumberdaya alam laut dan pesisir serta upaya mitigasi perubahan iklim dan bencana alam.

“Kegiatan ini bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan hidup, keberlanjutan sumberdaya alam laut dan pesisir serta upaya mitigasi perubahan iklim dan bencana alam,” ungkap Edy melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (26/6/2021). (MK)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan